Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Puluhan Roket Israel Hantam 25 Titik di Gaza

Denny Parsaulian Sinaga
20/6/2018 21:19
Puluhan Roket Israel Hantam 25 Titik di Gaza
(AFP)

JET-JET tempur Israel menghantam 25 titik sasaran di Jalur Gaza Rabu (20/6). Menurut militer, serangan ini sebagai tanggapan atas tembakan roket dari wilayah kantong Palestina. Sekitar 45 roket ditembakkan semalam dari Gaza menuju Israel. Tujuh dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.

''Sebagai pembalasan, pesawat-pesawat Israel melakukan tiga serangan terhadap fasilitas militer milik gerakan Islamis Hamas,'' kata pihak militer Israel melalui sebuah pernyataan.

Pesawat-pesawat tempur Israel menggempur target-target Hamas di Jalur Gaza Rabu (20/6) pagi. Pihak Israel mengatakan bisa lebih keras di Gaza setelah pesawat-pesawat tempurnya menghantam posisi Hamas.

Seorang juru bicara militer, Jonathan Conricus mengatakan semua target adalah milik sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, dan serangan-serangan itu lebih hebat daripada serangan-serangan sebelumnya.

"Kami menyerang dengan intensitas yang lebih besar, dengan pesan yang ditujukan untuk Hamas untuk memahami bahwa kami tidak akan membiarkan situasi ini berlanjut," kata juru bicara kepada wartawan.

Hamas dan teroris lainnya, tetapi terutama Hamas membalas setelah serangan udara pertama dengan lebih dari 45 roket dan mortir ditembakkan dari Gaza ke Israel. "Tujuh di antaranya dihadang oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome," tambahnya. Tiga lagi mendarat di negara Yahudi itu, katanya, tanpa menjelaskan ke mana sisanya.

Pesawat-pesawat Israel pada awalnya menargetkan tiga posisi militer Hamas di Gaza sebagai tanggapan terhadap layang-layang dan balon yang membawa peralatan pembakar dan peledak yang diluncurkan ke Israel dari wilayah Palestina.

"Mereka mungkin terlihat seperti mainan tetapi saya dapat meyakinkan mereka bahwa itu bukan mainan. Mereka adalah senjata yang dimaksudkan untuk membunuh dan menimbulkan kerusakan," kata Conricus.

Dia mengatakan bahwa sejauh ini Israel telah berusaha untuk memperingatkan mereka yang meluncurkan perangkat udara itu.

"Kami telah memperingatkan secara lisan, kami telah menembakkan berbagai amunisi ke dekat mereka (kami), kami telah menembakkan berbagai amunisi pada berbagai infrastruktur pendukung dan peralatan yang terkait, kendaraan dan sebagainya, terkait upaya meluncurkan layang-layang," kata Conricus.

Sumber medis Gaza mengatakan bahwa lima orang terluka ringan dalam serangan itu. Conricus mengatakan bahwa lebih dari 200.000 warga sipil Israel tinggal dalam jangkauan roket jarak pendek yang ditembakkan dari Gaza. "Sebagian besar dari mereka menghabiskan malam di tempat penampungan bom," katanya.

Permusuhan baru muncul dengan ketegangan tinggi di Gaza setelah protes massa dan bentrokan pecah di sepanjang perbatasan pada 30 Maret. Setidaknya 132 orang Palestina telah tewas. Namun tidak ada korban jiwa di pihak Israel.

Palestina menuntut hak untuk kembali ke rumah keluarga mereka saat melarikan diri atau diusir selama perang 1948 oleh Israel. Jalur Gaza dikendalikan oleh gerakan Islam Hamas yang dianggap Israel sebagai musuh bebuyutannya.

"Organisasi teror Hamas menargetkan warga sipil Israel sepanjang malam dengan serangan roket yang parah dan menyeret Jalur Gaza dan warga sipilnya menuruni jalan yang memburuk," kata tentara Israel.

Israel mempertahankan penggunaan amunisi yang diperlukan untuk mempertahankan perbatasannya dan menghentikan infiltrasi. Pernyataan itu menuduh penguasa Gaza yaitu Islam Hamas berusaha menggunakan aksi protes sebagai cover untuk melakukan serangan.

Lonjakan ketegangan terbaru di sepanjang perbatasan Gaza-Israel ini eskalasi militer terburuk bulan lalu sejak perang 2014. Perang Itu terjadi ketika utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Jason Greenblatt dan penasihat Jared Kushner mengunjungi wilayah itu untuk membahas berbagai masalah termasuk proses perdamaian Palestina-Israel.

Sekjen PBB Antonio Guterres dan para pemangku kepentingan internasional lainnya telah memperingatkan bahwa Gaza dekat dengan jurang perang. Israel dan Hamas telah terlibat dalam tiga perang sejak 2008 dan mengikuti gencatan senjata secara teratur. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya