Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDATANGAN sejumlah besar migran ke Eropa selama beberapa tahun terakhir telah memicu perdebatan sengit antara negara anggota Uni Eropa. Sejumlah pemerintah mulai mengambil tindakan lebih keras karena warga mereka memusuhi para pendatang baru.
Sementara itu, jumlah aliran migran yang tiba melalui Mediterania telah berhenti bertambah. Setelah mencapai puncaknya di lebih dari satu juta pada 2015, jumlahnya jatuh ke 362.000 pada 2016, 172.000 pada 2017 dan hanya 37.000 sepanjang tahun ini. Ini angka menurut data Uni Eropa dan PBB.
Aspek lain dari gesekan itu adalah bagaimana beban dapat dibagi oleh seluruh Uni Eropa, terutama ketika sebagian besar penduduk menentang gagasan menerima lebih banyak migran.
Kanselir Jerman Angela Merkel memungkinkan lebih dari satu juta pencari suaka ke negara itu pada 2015. Keputusan yang pada saat itu disambut tetapi telah memicu sentimen antiimigran di negara ekonomi terbesar di Eropa itu.
Partai CDU Merkel menderita kerugian hebat dalam pemilihan umum tahun lalu dan hanya ia saja yang berhasil mempertahankan kekuasaan. Sementara partai sayap kanan anti-imigran, anti-Islam AFD memenangi kursi di parlemen untuk pertama kalinya.
Saudara partai CDU, partai CSU telah mengancam akan menutup perbatasan Jerman jika Merkel tidak mengambil posisi yang lebih keras dalam masalah imigrasi, kebuntuan yang dapat menggulingkan pemerintahannya.
Sebuah jajak pendapat minggu lalu menunjukkan bahwa hampir 90% orang Jerman mendukung sikap yang lebih keras terhadap migrasi.
Italia--pintu gerbang utama ke Eropa untuk para pengungsi yang tiba lewat laut, sedang berjuang dengan apa yang disebut aturan Dublin. Aturan itu mengharuskan para migran mengajukan permohonan suaka di negara pertama yang mereka masuki.
Sebuah koalisi anti-migran antara partai-partai sayap kanan dan anti-kemapanan di Italia disumpah untuk mengisi pemerintahan awal bulan ini, setelah pemilihan Maret. Salah satu keputusan pertamanya adalah menolak mengizinkan kapal penyelamat Aquarius membawa 630 migran ke dermaga di Italia.
Italia telah menerima sekitar 700 ribu migran yang tiba sejak 2013. Sejak 1 Januari, jumlah pendatang baru telah turun 78% menjadi lebih dari 15.600. Menurut data yang dikumpulkan oleh Kementerian Dalam Negeri Italia.
Prancis--salah satu negara favorit banyak migran, juga mengalami ketegangan, khususnya di perbatasannya dengan Italia yang telah berusaha ditutup. Mayoritas orang Prancis mengatakan mereka menentang imigrasi ilegal, dengan 56% mengatakan mereka menentang Aquarius yang diizinkan berlabuh di Prancis.
Hampir setengah dari 630 migran di kapal, sebagian besar dari Afrika, ingin mengajukan permohonan suaka di Prancis. Aplikasi suaka tahun lalu di Prancis naik menjadi lebih dari 100.000, meningkat 17,5%.
Kanselir Partai Konservatif Sebastian Kurz, yang mengklaim telah membantu menutup apa yang disebut rute Balkan bagi para migran pada 2016 mengatakan, pada Selasa, perdebatan di Jerman dapat membantu mempercepat upaya untuk menemukan solusi di seluruh Eropa.
Austria menerima 200.665 permohonan suaka antara 2013 dan 2017, setara dengan 2,3% dari populasinya sebesar 8,7 juta. Setelah mencapai puncak pada 88.160 pada 2015, angka tahunan turun menjadi 24.715 pada 2017.
Belgia memberikan status pengungsi atau setara ke sekitar 40.000 orang antara 2015 dan 2017, demikian menurut data resmi. Pemerintah telah memperkuat posisinya, terutama di bawah sekretaris negara untuk suaka dan migrasi.
Theo Francken, baru-baru ini mengatakan menentang semua imigrasi ilegal di Uni Eropa dan bahwa hanya pengungsi yang dikirim dari kamp-kamp yang dikelola PBB di zona perang yang harus diizinkan masuk
Empat negara yang disebut negara-negara Visegrad menentang sistem kuota pengungsi yang telah dicoba oleh Uni Eropa selama dua tahun sejak arus masuk migran mencapai lebih dari 1,26 juta di seluruh blok pada 2015.
Spanyol adalah titik utama ketiga kedatangan setelah Italia dan Yunani, tetapi tampaknya menjadi salah satu dari sedikit negara di dalam blok yang opini publiknya tidak terpecah. Lebih dari 9.300 migran telah tiba di pantai Spanyol sejak awal tahun, dua kali lipat jumlah periode yang sama pada 2017.
Pemerintahan Sosialis baru di bawah Pedro Sanchez setuju untuk mengizinkan Aquarius berlabuh dan menangani permohonan para migran untuk suaka. Dia berpendapat bahwa krisis di atas kapal harus dibantu negara-negara lain di dalam blok tersebut.
Swedia, yang sebelumnya memiliki kebijakan pengungsian yang sangat terbuka, telah memperkuat posisinya sejak akhir 2015. Menurut angka resmi, negara itu memberikan suaka kepada lebih dari 144.000 orang, terutama dari Suriah, antara 2015 dan 2017.
Imigrasi adalah salah satu masalah utama dalam pemilihan legislatif yang diadakan pada September. Anti-imigrasi dari kanan keras yang populis saat ini meraih 18-20 persen dalam jajak pendapat. (AFP/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved