Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pembongkaran Situs Nuklir Korut Lancar, Tapi Banyak Pihak Skeptis

Irene Harty
15/5/2018 19:34
Pembongkaran Situs Nuklir Korut Lancar, Tapi Banyak Pihak Skeptis
(AFP)

Foto-foto satelit menunjukkan Korea Utara (Korut) telah mulai membongkar tempat uji coba nuklirnya menjelang pertemuan bersejarah antara Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menurut pemantau AS Situs 38 North pada Selasa (15/5).

Korut mengatakan pada akhir pekan itu akan sepenuhnya menghancurkan situs uji Punggye-ri, dalam upacara yang dijadwalkan antara 23-25 Mei di depan media asing yang diundang. Namun tidak ada pengamat dari lembaga pemantauan atom internasional yang diundang. Hal ini meningkatkan kekhawatiran atas keterbukaan proses tersebut.

Punggye-ri, di timur laut negara itu, telah menjadi lokasi dari semua enam uji coba nuklir Korut pada September tahun lalu. Itulah nuklir yang terbaru dan sejauh ini yang paling kuat, yakni bom-H. Korut berjanji akan menutup tempat uji coba setelah Kim bulan lalu mengumumkan kekuatan nuklir negara itu selesai dan mengatakan tidak perlu lagi kompleks itu.

Situs 38 North mengatakan, gambar satelit tertanggal 7 Mei menunjukkan bukti definitif pertama bahwa pembongkaran lokasi uji sudah berjalan dengan baik. Beberapa bangunan operasional utama serta gudang yang lebih kecil telah diratakan dan rel yang menghubungkan terowongan ke tumpukan limbah mereka telah dihapus, kelompok pemantauan mengatakan.

"Penggalian terowongan baru juga telah dihentikan sejak akhir Maret," tambah Situs 38 North.

Gambar itu menunjukkan pekerjaan persiapan untuk upacara penghancuran juga telah dimulai, termasuk fondasi yang baru diposisikan di antara tumpukan limbah yang diyakini telah dibangun untuk wartawan yang diundang. "Bisa dibayangkan untuk posisi kamera masa depan untuk merekam penutupan Portal Barat," kata kelompok itu.

Namun tidak ada pintu masuk terowongan yang ditutup secara permanen dan beberapa bangunan utama masih utuh, dengan kemungkinan penghancuran dilakukan di depan media asing.

Peliputan diplomatik terakhir Kim adalah pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in dan melakukan perjalanan dua kali dalam waktu kurang dari dua bulan untuk bertemu dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping.

"Kedua Korea akan bertemu untuk pertemuan tingkat tinggi pada Rabu (16/5) untuk membahas langkah-langkah tindak lanjut dari pertemuan puncak mereka bulan lalu," kata Kementerian Unifikasi Seoul.

Dialog AS-Korut yang dimediasi oleh Korea Selatan mengubah hubungan buruk dan ancaman perang tahun lalu menjadi pertemuan puncak Kim dan Trump yang akan diadakan di Singapura pada 12 Juni. Washington mengharapkan denuklirisasi lengkap, dapat diverifikasi, dan tidak dapat diubah dari Korut dan menekankan verifikasi akan menjadi kunci.

Namun beberapa pihak skeptis bahwa Korut belum membuat komitmen publik untuk melepaskan persenjataannya. Foto satelit bulan lalu menunjukkan tanda-tanda konstruksi di fasilitas nuklir Yongbyon Utara. Dahulu, Korut meledakkan menara pendingin di fasilitas nuklir pada 2007 menyusul kesepakatan dengan AS tapi segera memulai kembali reaktor.

Apalagi, tujuan gedung baru di Pusat Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon tidak diketahui. Tidak ada tanda yang dapat diamati bahwa operasi reaktor awal sudah dekat. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya