Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELIDIK Prancis pada Senin (14/5), akan memperluas penyelidikan mereka terhadap pemuda kelahiran Chechnya berusia 20 tahun yang menusuk orang-orang di pusat kota Paris. Serangan yang diklaim oleh kelompok Negara Islam (IS) itu menewaskan satu orang dan empat orang terluka parah.
Pria itu, yang diidentifikasi sebagai orang Prancis asli Khamzat Azimov, melakukan serangan Sabtu (11/5) malam di area teater dan restoran yang ramai di dekat gedung opera bersejarah kota.
Pria dengan pisau yang mengamuk ini menambah panjang rangkaian serangan jihadis di Prancis yang telah menewaskan 246 orang sejak 2015. Pria ini akhirnya ditembak mati oleh polisi setelah seorang perwira gagal menghentikannya dengan Taser.
Sebuah sumber di lingkaran satu penyelidikan mengatakan Azimov tumbuh bersama keluarganya di Strasbourg, Prancis timur. Wilayah ini merupakan wilayah komunitas besar para pengungsi Chechnya.
Orang tuanya, sekarang tinggal di Paris, telah ditahan bersama seorang teman di Strasbourg digambarkan sebagai orang terdekat Azimov. Sumber yang dekat dengan penyelidikan itu, menambahkan.
Amaq, agen propaganda IS, merilis sebuah video pada Minggu di mana ia mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Pada saat itu kuga dia menunjukkan rekaman yang diklaimnya menunjukkan Azimov menjanjikan kesetiaan kepada kelompok jihadis.
Meskipun Azimov tidak memiliki catatan kriminal, ia telah berada di dua daftar pantauan utama Prancis untuk orang-orang yang dicurigai radikal. Daftar ini ada yang disebut 'File S' dan file Pencegahan Teroris Radikalisasi (Prevention of Terrorist Radicalisation/FSPRT). File ini memuat daftar orang-orang yang dinilai menjadi ancaman teror sejak 2016.
Seorang sumber mengatakan dia telah ditanyai tahun lalu karena mengenal seorang pria yang berhubungan dengan seseorang yang telah pergi ke Suriah.
Ratusan pejuang dari Chechnya telah bergabung dengan kelompok militan Islam dalam beberapa tahun terakhir, menyusul dua perang berdarah melawan pihak berwenang yang didukung Rusia pada 1990-an dan 2000-an.
"Azimov menjadi warga negara Prancis pada 2010 setelah ibunya dinaturalisasi," kata jurubicara pemerintah Benjamin Griveaux pada televisi Prancis.
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengatakan lewat aplikasi Telegram bahwa Azimov telah memiliki paspor Rusia ketika ia berusia 14 tahun, sebelum memperoleh kewarganegaraan Prancis.
Kadyrov mengatakan Prancis memikul tanggung jawab penuh atas serangan itu. Karena meskipun Azimov lahir di Chechnya, ia tumbuh dan membentuk kepribadiannya, pendapat, dan keyakinannya dalam masyarakat Prancis. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved