Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

AS Resmi Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Denny Parsaulian
14/5/2018 21:46
AS Resmi Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
(AFP)

AMERIKA Serikat memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem Senin (14/5), meski telah menuai protes global selama berbulan-bulan, kemarahan Palestina. Sementara Israel menyampaikan pujian untuk Presiden AS Donald Trump yang dinilai telah mengakhiri preseden selama beberapa dekade.

Delegasi Gedung Putih dan pejabat Israel berkumpul untuk peresmian kedutaan pada Senin sore, sedangkan warga Palestina protes di dekat perbatasan Gaza dengan Israel. Pembukaan kedubes ini akan dihadiri sekitar 800 tamu. Meskipun Trump sendiri tidak akan menghadiri acara ini.

Wakil Menteri Luar Negeri AS John Sullivan akan memimpin delegasi Washington yang terdiri dari putri Trump, Ivanka dan suaminya Jared Kushner, juga asistw Gedung Putih, serta Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang berulang kali menyebut keputusan Trump 'historik', menyambut Delegasi AS pada acara penerimaan pada hari Minggu malam.

"Yerusalem telah menjadi ibu kota orang Yahudi selama 3,000 tahun," kata Netanyahu. "Ini merupakan ibu kota negara kita selama 70 tahun. Itu akan tetap menjadi ibu kota kami untuk sepanjang masa."

Sullivan menyebut pengakuan Kedutaan ini sangat terlambat dari realitas. "Polisi dan militer Israel direncanakan akan menyebar. Sekitar 1,000 polisi akan diposisikan sekitar Kedutaan dan lingkungan sekitarnya saat peresmian," kata juru bicara Micky Rosenfeld.

 

Perdamaian Timur Tengah

Peresmian itu merupakan kelanjutan pengakuan Trump pada Desember 6 itu juga berlangsung saat meningkatnya ketegangan regional. Hal ini juga dilanjutkan pengumuman Trump pekan lalu bahwa AS menarik diri dari kesepaktan nuklir Iran.

Dan dua hari kemudian Israel menyerang puluhan target di Suriah. Serangan ini dilakukan setelah pasukan Israel di dataran tinggi Golan diserang roket. Dan Israel menyalahkan Iran.

Ada kekhawatiran bahwa protes Gaza yang berlangsung kurang dari 100 kilometer (60 mil) akan berubah menjadi demonstrasi berdarah jika warga Palestina berupaya merusak atau melewati pagar. Di saat bersamaan, Israel menempatkan penembak jitu di sisi lain.

Tentara Israel akan hampir dua kali lipat jumlahnya. Mereka akan ditempatkan di sekitarnya Gaza dan di Tepi Barat. Warga Israel mulai merayakan pemindahan ini pada Minggu, saat puluhan ribu orang berbaris di Yerusalem. Mereka memegang bendera AS untuk menandai Hari Yerusalem.

Pemerintahan Trump berjanji untuk mengulang kembali proses perdamaian ysng hampir mati di Timur tengah. Tetapi pemindahan Kedutaan Besar AS juga membuat seluruh dunia marah.

Pada Minggu (13/5), pemimpin Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri merilis pesan baru yang mengatakan keputusan AS (memindahkan Kedubes) adalah bukti bahwa negosiasi dan ketenangan gagal didapat Palestina. Dia pun mengajak kaum Muslim melakukan jihad melawan Amerika Serikat.

Trump secara jelas dan eksplisit, kata Al-Zawahiri, menghadirkan dengan jelas wajah perang salib moderen. Baik dibalik atau tidak, ketenteraman tidak bekerja. Tetapi hanya dengan perlawanan melalui panggilan dan jihad. (AFP/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya