Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ekstremis Diduga ISIS Tusuk Lima Orang di Paris

Irene Harty
13/5/2018 23:35
Ekstremis Diduga ISIS Tusuk Lima Orang di Paris
(AFP)

SEORANG ekstremis menikam lima orang di Paris pada Sabtu (12/5) malam, menewaskan satu orang. Penyerang itu meneriakkan kata-kata Arab ‘Allahu Akbar’ yang berarti ‘Tuhan itu hebat’ selama serangan itu.

“Pihak berwenang telah membuka investigasi terorisme,” kata Jaksa Kota François Molins.

Empat orang terluka selama serangan pisau di arondisemen ke-2 turis atau distrik, Paris. Itu terjadi sekitar jam 9 malam saat jalanan dan trotoar dipenuhi orang. Sedangkan si penyerang, yang Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut teroris, sudah mati, menurut polisi.

“Dua dari korban terluka parah dan dua lainnya luka ringan,” kata polisi.

Pejabat dengan serikat pekerja untuk perwira polisi Prancis mengatakan kepada CNN Jim Bittermann bahwa para perwira pertama mencoba senjata bius pada penyerang tapi tidak berhasil, jadi polisi menembak saat mendatangi mereka.

Sayap media ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan daring. Kantor Berita Amaq mengatakan orang yang melakukan penusukan di Paris adalah seorang prajurit dari Negara Islam.

Pernyataan itu juga mengatakan penyerang bertindak sebagai tanggapan terhadap seruan untuk menyerang negara-negara koalisi anti-ISIS.

Namun, ISIS tidak memberikan bukti untuk membuktikan klaim tersebut dan tidak ada otoritas atau sumber keamanan yang memverifikasi keaslian klaim ISIS.

Macron mengatakan dia memberi hormat keberanian polisi yang menetralisir teroris dalam serangan pisau Paris dari Twitternya.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomb memuji respon dingin dan cepat oleh polisi Prancis yang menetralkan.

"Pikiran pertama saya adalah untuk para korban dalam serangan najis ini," tambah Collomb, yang membuat komentar melalui Twitter.

Walikota Paris Anne Hidalgo memberi hormat pada keberanian dan profesionalisme polisi, menulis di Twitter bahwa mereka menyelamatkan nyawa dan menyampaikan rasa terima kasihnya. Dia juga berterima kasih kepada layanan darurat yang tiba di tempat penyerangan dengan cepat dan mengambil alih yang terluka.

Lokasi serangan itu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki dari gedung opera Paris, yang dikenal sebagai Palais Garnier. (CNN/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya