Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Myanmar Jamin Pengungsi Rohingya Aman, PBB masih Ragu

Irene Harty
05/5/2018 17:55
Myanmar Jamin Pengungsi Rohingya Aman, PBB masih Ragu
(AFP PHOTO / Ye Aung THU)

PENGUNGSI Rohingya yang kembali ke Myanmar akan selamat selama mereka tinggal di desa-desa model yang dibangun untuk mereka. Hal itu dikemukakan Kepala Militer Myanmar, Min Aung Hlaing.

"Tidak perlu khawatir tentang keamanan mereka jika mereka tinggal di daerah yang diperuntukkan bagi mereka," ujarnya kepada delegasi Dewan Keamanan PBB di Ibu Kota Naypyidaw pada 30 April yang diunduh di halaman Facebook resmi Min Aung Hlaing pada Sabtu (5/5).

Dia menyebut anggota minoritas tanpa kewarganegaraan sebagai Bengali, mencerminkan kepercayaan luas di Myanmar bahwa Rohingya adalah imigran dari Bangladesh meskipun tinggal lama di Rakhine.

Panglima militer juga meragukan tuduhan yang diajukan oleh pengungsi di Bangladesh, yang menyebut berbagi cerita tentang pembunuhan di luar hukum, pembakaran, dan perkosaan.

"Bengali tidak akan pernah mengatakan bahwa mereka tiba di sana dengan gembira. Mereka akan mendapatkan simpati dan hak hanya jika mereka mengatakan bahwa mereka menghadapi banyak kesulitan dan penganiayaan," ungkapnya sambil menilai langkah itu berlebihan.

Kendati demikian, PBB mengatakan kondisi di lapangan tidak matang bagi para pengungsi untuk kembali walau Myanmar menyatakan siap, bahkan ketika tidak ada pemulangan skala besar yang telah terjadi.

Sekitar 700 ribu muslim Rohingya meninggalkan Myanmar yang mayoritas beragama Budha ke Bangladesh setelah militer melancarkan tindakan brutal terhadap gerilyawan pada Agustus tahun lalu.

Myanmar dan Bangladesh setuju untuk memulangkan para pengungsi ke negara bagian Rakhine yang dilanda konflik tahun lalu, tetapi Rohingya enggan kembali ke suatu negara tanpa jaminan keamanan dan hak-hak dasar seperti kebebasan bergerak.

Pemerintah telah membangun kamp-kamp transit yang dapat menampung puluhan ribu orang dan sejumlah kecil rumah baru untuk menggantikan desa-desa yang dihancurkan api di mana Rohingya dulu tinggal.

Komunitas minoritas telah dianiaya di Myanmar selama beberapa dekade dan Rohingya telah tinggal di kelompok-kelompok hak asasi dengan pembatasan pada gerakan dan akses ke layanan kesehatan.

Lebih dari 120.000 orang Rohingya masih tinggal di kamp-kamp untuk pengungsi internal di ibukota negara bagian Rakhine, Sittwe, sebagai akibat dari kekerasan antarkomunal pada 2012 yang menewaskan ratusan orang.

Dil Mohamed, seorang pemimpin Rohingya yang berlindung di perbatasan, mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa pengungsi tidak ingin tinggal di tenda transit karena kekhawatiran nasib serupa.

"Kami menunggu di sini hanya sampai kami diizinkan untuk kembali ke rumah kami," tukasnya. (AFP/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya