Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin dianggap mungkin berlebihan dalam merespon kasus serangan beracun terhadap mantan agen rahasianya di Inggris, seperti dilansir dari CNN pada Selasa (27/3).
Pada awalnya, tanggapan Rusia terhadap serangan di kota Salisbury itu dapat diprediksi mengikuti naskah.
Namun setelah Inggris mengungkapkan Rusia 'sangat mungkin' bertanggung jawab atas serangan itu, para pejabat Rusia menanggapi dnegan penolakan.
"Pertunjukan sirkus," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.
"Omong kosong," kata Putin yang mengatakan Rusia tidak punya motif untuk melakukan itu jelang pemilihan presiden dan Piala Dunia.
Lalu ada akun kontradiktif yang setelah Rusia mengaku telah menghancurkan stok senjata kimia dan tidak punya Novichok, racun yang dipakai dalam serangan itu.
Seorang ilmuwan Rusia yang bekerja pada Novichok memberikan wawancara kepada media negara namun bagian kunci dipotong dan diganti dengan artikel daring berjudul 'sebuah program untuk menciptakan senjata kimia yang disebut Novichok tidak ada'.
Selama bertahun-tahun, para pejabat Barat telah mengeluhkan permainan mata-mata Rusia, dan kemampuan Kremlin untuk menabur keraguan dan kebingungan dengan propaganda dan putaran.
Bagi banyak pengamat, langkah penolakan Rusia mirip dengan saat kemerosotan MH-17 pada 2014 yakni narasi yang bersaing dibuang seperti sekam untuk mengalihkan perhatian dan membingungkan.
Apalagi di tengah gencarnya pengusiran diplomatnya, Rusia mengalami peristiwa kebakaran tragis di pusat perbelanjaan Kemerovo yang telah merenggut puluhan nyawa.
Dalam wawancara yang diterbitkan Selasa (27/3) di surat kabar bisnis Kommersant, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Rusia Jon Huntsman menyatakan belasungkawanya kepada orang-orang Rusia.
Namun, saat dikonfirmasi perihal pengusiran diplomat Rusia, Huntsman menegaskan bahwa ada sesuatu yang berubah dan membuat AS juga sekutunya sudah muak dengan kebohongan.
Huntsman mengatakan Rusia penuh dengan lautan disinformasi, membuatnya sangat sulit membedakan fakta dari fiksi.
"Jadi kita harus bergantung, Inggris menyatakan fakta-fakta yang mereka ketahui dan investigasi yang ketat. Kami sangat percaya dengan apa yang telah mereka lakukan dan apa yang akan mereka lakukan," tandasnya. (CNN/A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved