Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (11/11) dikabarkan telah menyepakati tindakan penyelesaian politik bagi perang di Suriah tanpa melibatkan peran militer.
Namun sejauh ini pihak Gedung Putih belum memastikan pernyataan bersama kedua presiden tersebut atau pembicaraan di antara kedua tokoh tersebut di sela-sela pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di kota Danang, Vietnam.
Pihak Kremlin dalam keterangan resminya mengatakan bahwa pernyataan bersama soal Suriah tersebut adalah hasil koordinasi Menlu Rusia Sergei Lavrov dengan Menlu AS Rex Tillerson. "Dalam keadaan IS semakin terdesak di Suriah, perhatian dunia kini tertuju pada perang lebih luas antara kelompok Presiden Bashar al Assad dengan anasir gerilyawan," seperti yang ditulis dalam pernyataan Kremlin.
Di sisi lain, Putin dan Trump juga sepakat untuk berupaya bersama memerangi sisa kekuatan IS di kawasan Timur Tengah. Kremlin menyebut kedua kepala negara mengakui kedaulatan Suriah, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah untuk terlibat aktif dalam proses politik di Jenewa.
Moskow dan Washington sepakat tidak ada solusi militer bagi konflik Suriah. Kremlin juga menambahkan bahwa Trump dan Putin sempat "berbincang sejenak sebelum acara pengambilan foto bersama para pemimpin anggota APEC".
Sejumlah gambar televisi memang menunjukkan bahwa Putin dan Trump saling menyapa saat berjalan menuju posisi mereka masing-masing dalam sesi foto bersama dengan latar Laut China Selatan itu. Meski demikian, Gedung Putih mengatakan bahwa tidak ada jadwal pertemuan resmi antara kedua kepala negara tersebut.
Pun rombongan Trump tidak mengeluarkan komentar apapun saat sang presiden meninggalkan Danang menuju ibu kota Vietnam, Hanoi. Dari situ dia akan melanjutkan perjalanan tur Asia ke Filipina untuk menghadiri pertemuan puncak ASEAN.
Untuk diketahui pada masa kampanye pemilu presiden, Trump memang sempat mengatakan bahwa alih-alih menggelar permusuhan, pihaknya akan bekerja sama dengan Rusia untuk menyelesaikan sejumlah persoalan dunia seperti Suriah, Ukraina, dan Korea Selatan.
Namun, sejak menjabat sebagai presiden, Trump sangat jarang berhubungan langsung dengan Putin.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved