Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HAKIM Spanyol, Carmen Lamela sedang mempertimbangkan surat perintah penangkapan yang berlaku lintas negara untuk pemimpin terguling Catalonia, Carles Puigdemont pada Jumat (3/11).
Itu terjadi sehari setelah dia memenjarakan sembilan mantan anggota parlemen yang mereka sebut sebagai pemerintah separatis di wilayah Spanyol, termasuk mantan Wakil Pemimpin Catalonia, Oriol Junqueras, tanpa jaminan.
Puigdemont terbang ke Brussels, Belgia pekan ini setelah pihak berwenang Spanyol memecatnya termasuk 13 anggota kabinetnya yang terus berupaya memerdekan Catalonia.
Jika surat perintah penangkapan dikeluarkan, Puigdemont akan menghadapi ekstradisi tanpa bisa mencari suaka politik, menurut pengacaranya di Belgia.
Sebuah panel hakim Pengadilan Nasional juga akan mempertimbangkan seruan untuk membebaskan dua aktivis separatis yang dipenjara bulan lalu dengan tuduhan telah melakukan penghasutan.
Pemimpin Assemblea Nacional Catalana, Jordi Sanchez, dan Jordi Cuixart Omnium Cultural, juga diselidiki dalam kasus penghasutan karena diduga mendalangi demonstrasi pada pertengahan September untuk mencegah pelarangan referendum kemerdekaan.
Puigdemont dijadwalkan hadir di Pengadilan Tinggi Spanyol pada Kamis (2/11) untuk menjawab pertanyaan dalam kasus pemberontakan yang diajukan oleh jaksa Spanyol, namun dia tidak hadir.
Pada Jumat (3/11), hakim memerintahkan pembebasan Santi Vila, Mantan Menteri Urusan Bisnis Catalonia, setelah uang jaminan sebesar 50.000 euro (sekitar US$58.000) dibayarkan.
Paspornya disita dan Vila diwajibkan ke pengadilan secara teratur saat ada penyelidikan pemberontakan, penghasutan, dan penggelapan berlanjut. Vila mengundurkan diri sehari sebelum parlemen Catalonia memilih untuk mendukung deklarasi kemerdekaan pada 27 Oktober.
Di bawah sistem hukum Spanyol, hakim yang menyelidiki dapat mengeluarkan status tersangka sementara penyelidikan komprehensif dilakukan.
Namun demikian, pemenjaraan mantan pejabat pemerintah Catalan memulai babak baru dengan adanya demonstrasi di Catalonia timur laut. Ribuan orang berkumpul pada Kamis (2/11) malam di kota utama Barcelona dan kota-kota lain menuntut kemedekaan dari Spanyol.
Tekanan pemisahan diri Catalan dari Spanyol merupakan krisis institusional terburuk yang melanda negeri matador itu dalam hampir empat dasawarsa.
Lebih dari 1.000 perusahaan telah memindahkan markas mereka dari Catalonia ke bagian lain Spanyol karena ketidakpastian dan hampir 15.000 orang kehilangan pekerjaan.
Pengadilan Politik
Dalam pesannya melalui video yang direkam di Belgia dan dirilis pada Kamis (2/11), Puigdemont mengecam penahanan anggota kabinetnya sebagai serangan terhadap demokrasi.
Dia menyebut langkah tersebut sebagai kesalahan yang sangat buruk karena pemenjaraan politik tanpa preseden tidak dapat diterima di Eropa dan di abad ke-21.
"Kita harus melawannya seperti yang dilakukan Catalonia, seperti kita melawan hal-hal yang telah membuat kita besar sebagai sebuah negara, sebagai sebuah bangsa dan sebagai masyarakat. Tanpa kekerasan, dengan damai dan hormat untuk semua pilihan," ungkapnya.
Puigdemont juga membantah menghindari pengadilan dan mengklaim bahwa tuduhan kepadanya tidak memiliki dasar hukum dan hanya berusaha untuk menghukum gagasan. Juru bicara Puigdemont menambahkan, "Kami menghadapi pengadilan politik."
Pengacara Puigdemont di Belgia, Paul Bekaert, menyatakan mantan pemimpin tersebut akan bekerja sama dengan pihak berwenang Spanyol dan Belgia. "Suasananya tidak kondusif, lebih baik mengambil jarak," tandasnya. (AP/CNN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved