Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU hari setelah pemerintah Indonesia menyatakan masa registrasi warga negara Indonesia penguna ponsel berakhir (31/10), negeri tetangga Malaysia dihebohkan oleh adanya kabar penjualan data lebih dari 46 juta pelanggan telepon seluler secara berjaringan.
Menteri Komunikasi dan Multimedia Salleh Said Keruak, Rabu (1/11) mengatakan pemerintah tengah menginvestigasi adanya pelaporan data pelanggan telepon seluler yang dibobol itu.
Untuk diketahui pembobolan data besar-besaran tersebut pertama kali dilaporkan pada bulan lalu oleh Lowyat.net, laman berita teknologi setempat, yang mengatakan menerima informasi rahasia bahwa seseorang mencoba menjual pangkalan data informasi pribadi, yang sangat besar, di forumnya.
Salleh mengatakan bahwa operator internet negara itu, Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC), tengah menyelidiki masalah itu dengan polisi. "Kami mengenali beberapa kemungkinan sumber kebocoran dan harus menyelesaikan penyelidikan segera," kata Salleh kepada wartawan di gedung parlemen.
Data bocor itu dijual dengan sejumlah Bitcoin, mata uang maya, yang tidak diungkapkan, kata Lowyat.net. Data tersebut termasuk daftar nomor ponsel, nomor kartu pengenal, alamat rumah, dan data kartu SIM dari 46,2 juta pelanggan dari setidaknya 12 operator telepon seluler Malaysia.
Penduduk Malaysia hanya sekitar 32 juta orang, namun banyak dari mereka memiliki beberapa nomor ponsel. Daftar tersebut juga diyakini mencakup nomor tidak aktif dan nomor sementara orang asing, kata harian The Star.
Kepala pelaksana MCMC Mazlan Ismail mengatakan pada Selasa bahwa regulator telah bertemu dengan perusahaan telekomunikasi lokal untuk bekerja sama dalam penyelidikan tersebut, menurut kantor berita Bernama.
Data tersebut juga mencakup informasi pribadi lebih dari 80.000 orang, yang bocor dari catatan Malaysian Medical Council, Malaysian Medical Association, dan Malaysian Dental Association, kata Lowyat.net lagi.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved