Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELIDIKAN oleh pihak otoritas keamanan Amerika Serikat untuk memastikan benar-tidaknya ada bantuan Rusia terhadap kemenangnan Donald Trump dalam Pilpres yang mengarah adanya 'babak baru' semakin membuat hangat suhu politik kedua negara.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menegaskan tidak ada bukti pihak mereka ikut campur dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS), pada Selasa (31/10). Baca: Dua Orang di Tim Kampanye Trump Didakwa Terkait Campur Tangan Rusia
Pernyataan itu menyusul penyelidikan AS yang dipercepat dengan tuduhan terhadap tiga mantan relawan kampanye Presiden AS, Donald Trump pada Senin (30/10). "Kami dituduh mencampuri, tidak hanya dalam pemilihan AS tapi juga di negara-negara lain tanpa satu bukti," kata Lavrov.
Bantahan untuk kesekian kali itu juga ditujukan untuk laporan yang menyebutkan Rusia turut memanipulasi cuaca dan menimbulkan banjir. "Semua orang suka bicara tapi tidak ada yang bisa menyajikan fakta," sindir Lavrov.
Pada pertemuan Asosiasi Bisnis Eropa, Lavrov mengatakan tindakan yang kadang tidak terprediksi dari pemerintahan AS saat inilah yang menyebabkan ketakutan serius. Dia pun merujuk pada masalah Semenanjung Korea dan penolakan pengesahan kesepakatan nuklir Iran.
Juru Bicara Presiden Rusia, Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengungkapkan setiap tuduhan terhadap Rusia sama sekali tidak berdasar. "Kami membantah ini sejak awal dan kami membantahnya sekarang. Tuduhan apapun yang muncul dari penyelidikan AS terhadap warga AS tidak menjadi perhatian kita: ini adalah bisnis internal Amerika dan kami hanya mengamati," tuturnya. Peskov berharap penyeldiikan tidak akan bertentangan dengan 'histeris Russophobia'. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved