Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
HARAPAN kelompok militan Islamic State (IS) untuk membangun basis di Asia Tengggara pupus seiring kematian pemimpin kunci kelompok militan tersebut di kawasan, Mahmud Ahmad.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dikutip dari situs Daily Enquirer pada Kamis (19/10) menyatakan Mahmud terbunuh di Marawi, Filipina Selatan.
Dua sandera yang selamat mengatakan bahwa Mahmud meninggal karena dia berada dengan pejuang Maute dan Abu Sayyaf serta 20-25 sandera saat pertempuran terjadi di Marawi.
Mayor Jenderal Restituto Padilla dari militer Filipina juga mengonfirmasi tewasnya seorang militan ternama asal Malaysia bersama 13 militan IS yang tewas dalam bentrokan di Marawi.
Mahmud ialah pemimpin IS terakhir di Marawi setelah Isnilon Hapilon dan Omar Maute tewas, awal pekan ini.
Mahmud bertekad melanjutkan tujuan mewujudkan kekhalifahan di Asia setelah IS kehilangan posisi mereka di Irak dan Suriah.
Namun, dengan kematian Mahmud, IS kehilangan kemampuan meluncurkan serangan besar lagi.
Sumber anonim menyebutkan sekitar 25-30 militan masih tersisa termasuk tiga warga negara Malaysia yang mencoba menyandera beberapa orang demi menemukan jalan keluar yang semuanya telah ditutup militer Filipina.
Kendati tidak memberikan rincian kekuatan yang tersisa, sumber itu menyebut perlu waktu kurang lebih setahun bagi IS untuk mengumpulkan kekuatan lagi.
Analis Politik dan Keamanan Manila Francisco Ashley Acedillo menyatakan, kematian Mahmud akan menghentikan aliran dana untuk IS dan kelompok Maute.
"Tapi ini sementara karena ada orang lain yang mendanai kelompok militan di Filipina, seperti faksi Jolo Abu Sayyaf dan sebuah kelompok di Sarangani," katanya.
Mahmud juga dikenal sebagai perencana dan koordinator keuangan untuk IS di kawasan. Dia juga memiliki hubungan yang dekat dengan Isnilon selama beberapa tahun terakhir.
Setelah kematian Isnilon, intelijen meyakini Mahmud akan mengambil alih jabatan 'emir' walau ada yang meragukan karena dia bukan warga Filipina.
Dia menjadi koordinator perekrutan dan dana IS di Asia Tenggara yang semakin ketat setelah beragam kekalahan mereka.
Mahmud dan Isnilon bergabung dengan kelompok Maute dalam pengepungan Kota Marawi sejak 23 Mei.
Hampir 200 ribu orang telah mengungsi akibat pertempuran dan puluhan militan terbunuh, termasuk dua warga negara Malaysia.(thestar.com/Ire/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved