Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

FBI Dalami Kepribadian Stephen Paddock

MICOM
04/10/2017 16:27
FBI Dalami Kepribadian Stephen Paddock
(AFP/ Drew Angerer)

MARILOU Danley, 62, pacar Stephen Paddock pelaku penembakan massal di Mandalay Bay Hotel and Casino, Las Vegas, tiba di Amerika Serikat pada Selasa malam waktu setempat. Danley langsung disambut oleh agen FBI yang ingin mendengar apa pun yang mungkin dia ketahui tentang motif di balik pembantaian 58 orang dan melukai lebih dari 500 itu yang dilakukan Paddock.

FBI ingin mengorek informasi dari Danley terkait tindakan pembunuhan massal yang dilakukan Paddock. FBI menyebut Danley sebagai 'orang yang menarik' dan akan memperlakukan dia sebagai orang bebas untuk pergi kemanapun dia mau.

FBI mencatat Danley yang merupakan warga Australia itu berada di Filipina saat Paddock melepaskan tembakan dengan senapan berdaya tinggi yang diarahkan ke puluhan ribu penonton konser musik, dari kamar hotel lantai 32 pada Minggu (2/10) malam.

Pihak FBI pun tengah menelisik adanya laporan bahwa saat berada di Filipina, Paddock mengirimi Danley uang sebesar US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,36 miliar.

Danley sendiri, oleh pemerintah Australia pada Selasa (3/10) dinyatakan sudah pindah ke Amerika Serikat 20 tahun yang lalu untuk bekerja di kasino.

Di pihak lain, Amerika Serikat menyatakan berkabung dan Presiden Donald pun bersiap mengunjungi kota gurun itu (Las Vegas) hari ini. Dalam sebuah kesempatan Trump menyebut Paddock sebagai "orang gila."

Di luar penilaian Trump, pihak berwenang menyatakan bingung tentang bagaimana Paddock, 64, seorang penjudi dan pensiunan akuntan itu telah menarik pelatuk senjata apinya dari hotel dan membunuh warga yang tidak berdosa.

Sementara itu, korban mulai diidentifikasi di media masa dan setiap cerita baru tentang malah nahas itu mengaduk emosi warga bertepatan dengan Amerika Serikat yang tengah bergumul lagi dengan seruan untuk melakukan reformasi undang-undang kontrol senjata api yang permisif.

"Apa yang terjadi di Las Vegas dalam banyak hal merupakan keajaiban," katanya. "Kepolisian telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan kita akan membicarakan undang-undang senjata seiring berjalannya waktu," ujar Trump.

Pejabat berwenang AS telah bereaksi dengan hati-hati terhadap sebuah klaim oleh kelompok jihadis Negara Islam (IS) bahwa penembak tersebut telah melakukan pembantaian Minggu malam atas tanggungjawabnya.

Sementara itu, para ahli mengingatkan bahwa IS saat ini berada di bawah tekanan di Syria dan Irak. Klaim palsu yang dia sampaikan mungkin dimaksudkan untuk mengumpulkan pendukungnya.

IS mengklaim Paddock adalah salah satu "tentara" tapi FBI mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan hubungan semacam itu sejauh ini.

Pihak berwenang mengatakan Paddock, yang tidak memiliki catatan kriminal, memecahkan jendela di kamar hotelnya tidak lama setelah pukul 10 malam pada hari Minggu dan menghujani kerumunan 22.000 orang menghadiri konser musik country di lahan terbuka dari tempatnya di lantai 32 Mandalay Bay. .

Dalam cuplikan video yang beredar, dari pembantaian itu, suara tembakan yang terus berlanjut terdengar saat orang-orang menjerit dan mencoba berlindung dari tembakan yang membabibuta itu.erasal.

Sheriff Joseph Lombardo mengatakan Paddock melepaskan tembakan melalui pintu kamar hotelnya dan menabrak satpam di kaki.

Tapi ketika sebuah tim SWAT menyerbu ruangan tempat Paddock tinggal sejak 28 September, mereka mendapati dirinya telah bunuh diri.

Pihak berwenang pun telah menyita 47 senjata api dari tiga lokasi, kata mereka Selasa (3/10) malam.
Sejauh ini, penyidik juga belum menemukan apa-apa untuk menjelaskan tindakan Paddock tersebut. Polisi berjanji akan terus memburu dan melacak setiap petunjuk yang mungkin tentang Paddoc yang dianggap sebagai seorang psikopat.

Menurut saudaranya, Paddock adalah seorang penjudi dengan taruhan tinggi dan ayah perampok bank mereka pernah berada di FBI's 10 Most Wanted daftar.

Tapi Eric Paddock mengatakan bahwa saudaranya telah menjalani kehidupan normal. "Dia suka bermain video poker, dia naik kapal pesiar, dia mengirim kue ibunya," katanya.

Tetangga Paddock di Mesquite juga tercengang saat menemukan si pembunuh tinggal di tengah mereka.

Sementara itu, Gedung Putih masih menolak seruan untuk membuka kembali perdebatan mengenai kontrol senjata. Untuk diketahui Kongres memang menunda rencana kontroversial untuk mempermudah pembelian senjata dan peredam suara senjata. Jika pembiaran kemudahan memiliki senjata tetap berlaku maka akan lebih sulit pihak keamanan mengklasifikasikan amunisi tertentu yang akan digunakan warga sipil.(AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya