Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (25/9) melalui telepon membahas referendum kemerdekaan wilayah Kurdistan Irak. Di tengah penentangan banyak negara, warga Kurdistan hari ini, Senin (25/9) memberikan suara mereka dalam referendum yang akan memutuskan kemerdekaan wilayah Kurdi dan daerah sengketa yang saat ini secara de fakto berada dalam kekuasaan suku Kurdi.
Rouhani dan Erdogan menekankan sikap penentangan mereka yang terkoordinasi mengenai referendum tersebut. Keutuhan Irak bagi kedua negara dinilai sangat penting. Rouhani menambahkan keamanan negaranya dan wilayah itu, sampai tahap tertentu,
tergantung atas faktor tersebut. "Itu adalah pesan jelas buat mereka yang akan mengganggu keamanan dan kestabilan wilayah tersebut, kata Rouhani.
Turki juga memberi reaksi yang memadai terhadap referendum Kurdistan pada tingkat politik, ekonomi atau militer, ujar Erdogan. Ankara, imbuhnya, siap meningkatkan hubungannya dengan Republik Islam Iran sehubungan dengan situasi saat ini di wilayah itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 7 Juni, Presiden Wilayah Kurdistan Masoud Barzani menumumkan keinginannya untuk menyelenggarakan referendum pada 25 September mengenai kemerdekaan Wilayah Kurdi dari Irak.
Namun upaya kemerdekaan Kurdistan ditentang oleh banyak negara sebab itu akan mengancam keutuhan wilayah Irak dan sebab itu dapat merusak perang melawan gerilyawan IS. Baca juga: DK PBB Tolak Pemungutan Suara Kurdi Irak.
Selain itu, negara tetangga Irak --Turki, Iran dan Suriah-- memandang tindakan semacam itu akan mengancam keutuhan wilayah mereka sendiri, sebab sangat banyak orang Kurdi tinggal di ketiga negara tersebut.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved