Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
BELUM pulih dari dampak gempa sebelumnya, gempa susulan kembali mengguncang Kota Meksiko pada Sabtu (23/9), dan meningkatkan kepanikan warga. Bahkan akibat gempa susulan ini, operasi penyelamatan untuk membebaskan orang-orang yang selamat dari gempa namun terisolasi akibat gempa yang juga menghancurkan sebagian wilayah ibukota Meksiko, terpaksa dihentikan.
Warga panik karena gempa susulan tersebut guncangannya cukup keras dengan skala 6,1 Richter dengan posisi lebih ke selatan dari Kota Meksiko yang sebelumnya diguncang gempa berkekuatan 7,1 Richter, yang melanda pada Selasa (19/9), dan menewaskan lebih dari 300 orang serta merobohkan 39 bangunan di ibukota.
Saat alarm berbunyi, ratusan warga terkejut berlarian ke jalan, beberapa bertelanjang kaki, beberapa membawa anak-anak. Trauma dari gempa sebelumnya tampak jelas menyertai raut muka warga. "Ya Tuhan, kasihanilah," seru Teresa Martinez, 74, yang berdiri di jalan bersama perempuan lain, yang tampak semua menangis.
Menurut laporan media setempat, akibat gempa susulan itu, dua perempuan meninggal karena serangan jantung saat mereka mencoba meninggalkan rumah mereka. Satu orang berusia 80 tahun dan yang lainnya berusia 52.
Pihak berwenang mengatakan dua orang juga tewas dalam gempa di negara bagian selatan Oaxaca, di mana pusat gempa berada. Selain itu, sebuah jembatan ambruk di dekat kota Juchitan, Oaxaca, yang dilanda gempa pada 7 September yang menewaskan hampir 100 orang. Beberapa bangunan dengan kerusakan sebelumnya, akhirnya roboh.
Di Kota Meksiko yang gelisah, gempa membuat bangunan sempat bergoyang namun sebagian besar warga tidak merasakannya. "Kali ini, kami tidak merasakan tanah yang bergerak, mungkin sejak yang (gempa) terakhir kami mulai terbiasa," kata Pablo Martinez, yang telah kehilangan gedung apartemennya seraya mengapit anak perempuannya yang berusia enam tahun di lengannya.
Gempa susulan ini memicu kekhawatiran bahwa hal itu bisa menyebabkan puing-puing berat di atas korban selamat yang tengah menunggu penyelamatan menjadi bergeser dan menimbulkan bahaya bagi mereka yang terjebak, dan bagi tim penyelamat sendiri.
Meski begitu, petugas penyelamat dengan cepat mengevakuasi lima lokasi di ibu kota tempat mereka bekerja, kendati sempat ragu beberapa jam, mendiskusikan risiko tambahan, sebelum kembali mencari korban selamat.
Walikota Kota Meksiko Miguel Angel Mancera, mengatakan kepada televisi Televisa bahwa sekitar 30 orang mungkin dapat ditemukan dalam operasi pencarian dan penyelamatan ini. Menurut pihak berwenang, sejauh ini, 69 orang telah diselamatkan dan hidup dari puing-puing di Kota Meksiko.(AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved