Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU rudal pemberontak Yaman yang sengaja diarahkan ke wilayah Arab Saudi pada Sabtu (23/9) malam berhasil dicegat angkatan bersenjata Saudi. Rudal diluncurkan bertepatan dengan acara perayaan nasional yang menampilkan konser, tarian rakyat dan kembang api, untuk menandai berdirinya kerajaan Arab Saudi.
Rudal balistik tersebut menargetkan Khamis Mushait, yang menjadi tempat pangkalan utama koalisi pimpinan-Arab Saudi untuk operasinya di Yaman, kata badan resmi Saudi Press Agency (SPA) mengutip koalisi tersebut.
Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang terjadi akibat rudal tersebut. "Angkatan Udara Kerajaan Saudi menemukan peluncuran rudal balistik dari dalam wilayah Yaman," kata SPA.
Pekan lalu, kepala pemberontak mengancam akan menembakkan rudal ke Uni Emirat Arab dan menyerang kapal tanker Saudi di Laut Merah. Pemberontak Huthi dan sekutunya, mantan anggota pasukan keamanan Yaman yang terkait dengan mantan presiden Ali Abdullah Saleh, memulai serangan balasan terhadap kerajaan tersebut dua tahun lalu.
Koalisi itu melakukan intervensi di negara penghasil minyak bumi tersebut pada Maret 2015 untuk mendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, yang mengatakan bahwa para pemberontak itu didukung oleh saingan utama Saudi, yakni Iran.
Intervensi itu menimbulkan perang, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah menewaskan lebih dari 8.500 orang dan melukai hampir 49.000 lainnya.
Lebih dari 17 juta orang Yaman sekarang menghadapi kekurangan pangan yang mengerikan, dan epidemi kolera nasional telah membunuh lebih dari 2.100 orang sejak April. (AFP/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved