Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TURKI menggelar pelatihan militer dengan mengerahkan tank ke dekat perbatasan Irak. Latihan itu dilaksanakan sepekan sebelum warga Kurdi Irak melakukan referendum kemerdekaan.
Sebelumnya, pemimpin Kurdistan Regional Government (KRG) mengatakan pihaknya akan mengadakan referendum pada 25 September mendatang. Dalam merespons hal itu, pemerintah Turki telah menyuarakan perlawanan terhadap proses pemilihan suara tersebut.
Turki menilai referendum akan memicu terjadinya perang sipil. Bagi negara itu, reĀferendum berpotensi menyulut timbulnya aspirasi kaum separatis minoritas Kurdi di Turki.
Untuk memantapkan sikap, Dewan Keamanan Nasional Turki akan bertemu pada 22 September mendatang mendiskusikan posisi parlemen negara dalam proses pemilihan suara tersebut.
Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Minggu (17/9), mengatakan langkah tersebut merupakan sebuah kesalahan.
Erdogan mengatakan hal itu sebelum berangkat ke United Nations General Assembly untuk menemui Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi.
Seperti diketahui, pemerintah Irak secara tegas menolak keberadaan dan pergerakan KRG. Jan Kubis, utusan PBB di Irak, menawarkan bantuan internasional agar negosiasi antara pemerintah federal dan daerah otonom Kurdi di Irak berjalan lancar.
Hal itu dilakukan untuk menghentikan rencana pemimpin Kurdi Irak Massud Barzani menggelar referendum. (AFP/*/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved