Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAI hebat melanda kepulauan Jepang, kemarin. Akibat terjangan badai tersebut, dua warga tewas dan tiga lainnya hingga kini masih hilang.
Sebelumnya, Minggu (17/9), badai Talim menyapu gugusan pulau bagian selatan Jepang. Badai itu berembus kencang hingga masuk ke Kota Kyushu.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, badai Talim berembus dengan kecepatan hingga 162 kilometer per jam. Dengan kecepatan seperti itu, wilayah yang dilalui menjadi porak-poranda.
Pejabat badan meteorologi menuturkan, saat memasukĀi kepulauan Jepang, badai Talim bergerak ke arah timur laut. Pada Minggu pagi, topan itu sampai ke Pulau Hokaido di sebelah utara Jepang.
Akibatnya, transportasi terganggu sehingga menyebabkan kemacetan parah. Di sebelah barat Jepang, seorang polisi setempat mengatakan wanita berumur 86 tahun telah ditemukan tewas akibat tanah longsor yang menimpa rumahnya.
Selain itu, seorang sopir berumur 60 tahun tewas di dalam mobilnya yang tenggelam di Sungai Kochi. Penyiar radio NHK mengatakan tiga orang dinyatakan hilang di bagian barat Jepang dan 38 lainnya mengalami luka-luka.
Tidak hanya menyebabkan korban tewas, badai Talim juga mengganggu aktivitas penerbangan di bagian utara Jepang. Sedikitnya 116 penerbangan lokal dan sejumlah jadwal pemberangkatan kereta peluru terpaksa dibatalkan karena angin kencang.
Badai itu sejauh ini telah menyapu bagian selatan KeĀpulauan Okinawa sebelum menghantam Kota Kyushu. Badai tersebut juga memicu hujan yang tiada henti dalam 50 tahun terakhir di Kota Miyako.
Sebelumnya, otoritas Jepang sudah memperingatkan warga. Pemerintah menyebutkan akan ada hujan, badai, ombak ganas, dan mungkin terjadi tanah longsor serta banjir di negara itu. (AFP/*/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved