Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tersangka Bom London Ditangkap

17/9/2017 09:30
Tersangka Bom London Ditangkap
(AFP/ANDREW COWIE)

Polisi Inggris menangkap seorang remaja 18 tahun di sebuah pelabuhan, kemarin, terkait dengan penyelidikan serangan bom di sebuah kereta bawah tanah London yang melukai puluhan orang pada Jumat (15/9) lalu.

“Seorang remaja ditangkap oleh Kepolisian Kent di area Pelabuhan Dover pagi ini, Sabtu, 16 September, berdasarkan Undang-Undang Terorisme,” demikian pernyataan yang dikeluarkan kepolisian. Polisi mengklaim itu merupakan penangkapan yang sangat penting.

“Meskipun kami senang dengan kemajuan yang dibuat, penyelidikan ini berlanjut dan ancaman tetap di tingkat kritis,” lanjut pernyataan itu.

Remaja tersebut saat ini masih ditahan di sebuah kantor polisi setempat dan secepatnya akan dipindahkan ke kantor polisi London.

Sebanyak 30 orang harus dirawat di rumah sakit setelah sebuah bom meledak di kereta bawah tanah di stasiun kereta Parsons Green, London barat daya, pada Jumat (15/9) pagi.

Ledakan bom itu merupakan serangan teror kelima yang terjadi di ibu kota Inggris dalam waktu enam bulan. Kelompok Islamic State mengklaim serangan tersebut. “Penangkapan ini akan mengan­tarkan pada penyelidik­an lebih lanjut,” kata polisi.

Polisi belum mengungkapkan identitas tersangka yang ditangkap itu dengan alasan penyelidikan.

Sebelumnya, Jumat (15/9) malam, Perdana Menteri Inggris Theresa May menaikkan tingkat ancaman ke titik kritis. Peringatan teror ini terakhir kali diberlakukan setelah serangan bom mematikan di Manchester Arena yang juga diklaim IS pada Mei lalu.

May mengatakan militer akan mengambil alih penjaga­an lokasi-lokasi penting seperti fasilitas nuklir, sehingga polisi bisa dikerahkan untuk menjaga tempat-tempat lain. Setidaknya 1.000 personel militer dikerahkan untuk menjaga tempat-tempat tersebut.

Secara terpisah Kepala Antiterorisme, Mark Rowley, juga mengatakan pihaknya masih memburu para tersangka.

“Seseorang telah mena­nam perangkat eksplosif ini di tabung. Di tingkat ini kita harus terbuka tentang pelaku dan rekan-rekannya,” ucap Rowley.

Para pejabat mengatakan bom itu dimaksudkan untuk membahayakan serius para penumpang. Analis mengatakan luka-luka itu akan jauh lebih buruk jika seluruh perangkat bom meledak.

“Mereka benar-benar beruntung dengan yang satu ini. Ini bisa benar-benar menjadi jauh lebih buruk,” kata spesialis terorisme Magnus Ranstorp dari Universitas Pertahanan Swedia. (AFP/Arv/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya