Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Barang bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di perbatasan Myanmar-Bangladesh dilaporkan sudah tiba di gudang penyimpanan milik pemerintah daerah di Distrik Cox’s Bazar, Bangladesh, Jumat (15/9).
“Nanti kami akan pantau terus kerja sama dengan UNHCR karena kita punya hubungan yang sangat baik dan tentunya KBRI akan follow up terus distribusinya,” kata Sekretaris 2 Bidang Politik di KBRI Bangladesh Eka Wiediyantiningsih, di Bandara Hazrat Shah Amanat, kemarin.
Nantinya bantuan itu akan didistribusikan kepada para pengungsi Rohingya melalui organisasi kemanusiaan internasional yang ada di Distrik Cox’s Bazar.
Namun, tambah Eka, pemerintah Bangladesh belum memberikan izin dan pengawalan kepada relawan asing ataupun tamu negara yang akan meninjau ke Distrik Cox’s Bazar karena status keamanan.
“Namun, untuk Indonesia, Kemenlu Bangladesh menyampaikan silakan Indonesia mengajukan surat permohonan dan itu sudah proses. Jadi, nanti ketika sudah diumumkan, Indonesia akan jadi prioritas untuk meninjau,” kata Eka.
Ketidakamanan penyerahan bantuan yang dikhawatirkan pemerintah Bangladesh terjadi kemarin. Tiga pengungsi Rohingya tewas dalam desak-desakan memperebutkan bantuan yang disalurkan sebuah organisasi di kamp pengungsi Balukhali di Distrik Cox’s Bazar.
“Dua anak dan seorang perempuan tewas dalam impit-impitan saat pembelian pakaian tanpa izin di kawasan Balukhali Pan Bazar,” demikian laporan sebuah kelompok badan bantuan PBB.
Pemerintah Bangladesh sendiri tampak mulai kewalahan dalam menangani pengungsi Rohingya yang membanjiri negeri itu. Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina bertolak menuju Majelis Umum PBB, kemarin, untuk meminta bantuan internasional dalam mengantasi krisis pengungsi tersebut yang diperkirakan telah mencapai 400 ribu orang.
Sheikh Hasina bertolak setelah memanggil utusan Myanmar yang ketiga kalinya untuk memprotes aksi kekerasan yang dilakukan negara tetangganya itu sehingga menimbulkan gelombang pengungsi. Sheikh Hasina akan meminta PBB untuk menekan Myanmar lebih keras lagi.
“Dia akan meminta penghentian segera kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, dan meminta Sekretaris Jenderal PBB mengirimkan misi pencari fakta ke Rakhine,” tutur juru bicara Hashina, Nazrul Islam. “Dia akan menyerukan masyarakat internasional dan PBB untuk menekan Myanmar supaya memulangkan semua pengungsi Rohingya ke kampung asal mereka di Myanmar,” ujarnya. AFP/Ant/Arv/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved