Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pemerintah Upayakan Evakuasi WNI Korban Badai Irma

MICOM
14/9/2017 17:03
Pemerintah Upayakan Evakuasi WNI Korban Badai Irma
(Kerusakan akibat badai Irma---AFP/LIONEL CHAMOISEAU)

BADAI Irma yang menerjang wilayah Kepulauan Karibia dan Florida serta Georgia di Amerika Serikat pada Sabtu (9/9) mengakibatkan puluhan warga AS dinyatakan meninggal dunia, menyisakan kehancuran rumah dan infratruktur di sana. Tidak sedikit warga yang terdampak langsung belum bisa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Badai Irma yang oleh pihak otoritas AS dinyatakan paling dahsyat dalam satu dekade ini juga menyebabkan tujuh warga negara Indonesia yang tengah berada di Kepulauan Virgin Britania Raya belum bisa dievakuasi. Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya untuk dapat mengevakuasi tujuh WNI yang berada di Kepulauan Virgin Britania Raya yang terkena dampak langsung Badai Irma.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal mengatakan di Jakarta pada Kamis (14/9) bahwa sampai saat ini ada tujuh WNI yang berada di Pulau Tortola di Kepulauan Britania Raya yang masih belum bisa dievakuasi.

Setelah mengawasi situasi logistik dan kehidupan sehari-hari di wilayah yang terkena dampak Badai Irma tersebut, pemerintah telah memutuskan untuk melakukan evakuasi ke tujuh WNI yang bekerja sebagai terapis spa di Kepulauan Virgin Britania Raya tersebut.

"Kita meminta beberapa perwakilan yang ada di sekitar Kepulauan Virgin Britania Raya seperti KJRI Houston, Caracas dan Havana untuk mencarikan solusi untuk melakukan evakuasi dalam waktu dekat," tutur Iqbal.

Kepuluan Virgin Britania Raya adalah salah satu negara kepulauan di wilayah Karibia yang diterjang oleh Badai Irma pekan lalu.
Setelah meluluh lantakkan wilayah kepulauan di Karibia, Badai Irma menerjang Florida dan Georgia di Amerika Serikat. Namun demikian, tidak ada WNI di Florida dan Georgia yang terkena dampak langsung badai tersebut, tukas Iqbal.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya