Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Badai Irma Hancurkan Karibia

Haufan Hasyim Salengke
09/9/2017 08:40
Badai Irma Hancurkan Karibia
(AFP/LIONEL CHAMOISEAU)

BADAI Irma kemarin (Jumat, 8/9) mulai bergerak menuju kawasan selatan Florida, Amerika Serikat, setelah sebelumnya memorak-porandakan kepulauan Karibia dan menewaskan sedikitnya 17 orang. Sekitar satu juta warga Florida kini telah diperintahkan untuk menyelamatkan diri mereka.

Turun dari kategori 5 ke 4, Irma disebut sebagai badai terkuat yang pernah melalui Karibia. Pihak Palang Merah menyatakan sejauh ini 1,2 juta orang terkena dampak badai tersebut dan jumlahnya diprediksi bisa meningkat mencapai 26 juta jiwa.

Prancis, Inggris, dan Belanda segera bergabung dalam upaya pencarian dan penyelamatan serta menyediakan bantuan logistik bagi warga Karibia.

Pulau St Martin yang berada di bawah administrasi Prancis dilaporkan luluh lantak. Pejabat setempat menyatakan sekitar 95% rumah hancur dan sedikitnya enam orang meninggal dunia.

"Ini merupakan bencana besar bagi St Martin, sangat menakutkan," tutur Daniel Gibbs dari pemerintahan St Martin saat diwawancarai radio Deutsche Welle.

Menteri Urusan Wilayah Luar Negeri Prancis, Annick Girardin, mengatakan 400 polisi akan dikerahkan ke St Martin yang berpenduduk sekitar 80 ribu orang itu.

Kerusakan parah juga terjadi di negara kepulauan kembar Antigua dan Barbuda. Perdana Menteri Gaston Browne mengatakan hampir 35% bangunan hancur.

"Barbuda sekarang benar-benar tinggal puing," kata Browne. Satu orang juga diketahui meninggal akibat badai di pulau berpenduduk 1.600 jiwa itu.

Evakuasi Florida
Presiden AS Donald Trump mendesak warga AS untuk meninggalkan kawasan yang akan menjadi jalur badai Irma, yang disebutnya sebagai badai 'epik'. Pejabat AS lainnya ikut mengingatkan bahwa tidak ada waktu lagi untuk bersantai menjelang amukan badai itu.

"Proporsi badai Irma itu luar biasa, mungkin lebih besar daripada yang pernah kita lihat. Amankan dan menjauh dari situ jika memungkinkan. Pemerintah sudah siap!" tulis Trump di akun Twitter miliknya.

"Seluruh Amerika Serikat bagian tenggara lebih baik bangun dan memerhatikan situasi. Badai itu akan sangat menghancurkan," tambah kepala badan darurat federal AS, Brock Long.

Sebagai angin topan kategori 4 yang berkecepatan 240 kilometer per jam, badai Irma diperkirakan akan mendarat di Florida selatan Sabtu (9/9) malam waktu setempat.

Berbagai maskapai penerbangan sejauh ini telah membatalkan lebih dari 4.000 penerbangan dari dan ke bandara-bandara di Karibia dan Florida selama sembilan hari pertama bulan September.

Jumlah pembatalan penerbangan dapat bertambah seiring mendekatnya Irma ke Florida. Di wilayah itu terdapat bandara Miami, salah satu yang tersibuk di dunia, yang melayani lebih dari 1.200 penerbangan sehari ke 150 tempat tujuan di dunia oleh 106 maskapai.

Amerika Serikat sebelumnya telah menderita kerugian akibat badai Harvey yang melanda kawasan Texas. Harvey membuat kilang minyak dan fasilitas-fasilitas lain tutup sehingga harga bahan bakar naik atau langka di beberapa tempat.

Dua badai lainnya juga mulai menguat, yaitu Jose di Samudra Atlantik serta Katia di Teluk Meksiko. Katia yang berkategori 1 diperkirakan akan melanda pesisir Veracruz, Meksiko, sementara badai Jose naik ke kategori 3.(AFP/
VOA/X-11)

(AFP/VOA/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya