Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Setelah Harvey, Badai Irma Tinggalkan Jejak Kehancuran

Haufan Hasyim Salengke
08/9/2017 22:09
Setelah Harvey, Badai Irma Tinggalkan Jejak Kehancuran
(AP)

BADAI Irma telah memorak-moranda Karibia dan meninggalkan jejak kehancuran serta menewaskan sedikitnya 17 orang saat badai super tersebut menuju Amerika Serikat (AS). Sebanyak satu juta orang telah diperintahkan untuk mengevakuasikan diri.

Irma, badai kategori 5 (tertinggi), adalah badai terkuat yang pernah melalui Karibia sejak adanya catatan meteorologi. Sejauh ini, 1,2 juta orang terkena dampak Irma, kata Palang Merah, dan diprediksi bisa meningkat mencapai 26 juta jiwa.

Pulau St. Martin yang berada di bawah administrasi Prancis dilaporkan porak poranda. Sekitar 95% rumah hancur dan sedikitnya enam orang meninggal dunia, kata pejabat setempat seperti dilansir Deutsche Welle.

"Ini adalah bencana besar. 95% dari pulau itu hancur," kata pejabat lokal, Daniel Gibbs dalam wawancara radio. "Saya shock, ini menakutkan."

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya memperingatkan bahwa amukan Irma “akan keras dan kejam.”

Menteri Ursuan Wilayah Luar Negeri Prancis, Annick Girardin, mengatakan 400 petugas polisi akan dikerahkan di St. Martin tempat sebagian besar dari 80.000 penduduk kehilangan rumah mereka.

Perdana Menteri Gaston Browne mengatakan di Pulau Barbuda, bagian dari negara kepulauan kembar Antigua dan Barbuda, terjadi ‘kehancuran mutlak’ dengan 95% bangunan rusak, sampai 30% harus dibongkar.

"Barbuda sekarang benar-benar tinggal puing," kata Browne. Satu orang diketahui meninggal akibat badai di pulau berpenduduk 1.600 orang itu.

Presiden Donald Trump mendesak warga AS, kemarin, untuk mengevakuasikan diri dari jalur Irma, menyebutnya sebagai badai ‘epik’ sementara pejabat lain memeringatkan tidak ada waktu lagi untuk bersantai supaya terhindar dari amukan badai itu.

Badai Irma, yang kini menjadi angin topan Kategori 4 yang berjarak dengan kecepatan angin 240 kilometer per jam, diperkirakan akan mendarat di Florida selatan Sabtu (9/9) malam.

"Badai Irma adalah proporsi epik, mungkin lebih besar dari yang pernah kita lihat, amankan dan menjauh dari situ, jika memungkinkan. Federal G sudah siap!" kata Trump di Twitter.

Dengan badai raksasa yang diperkirakan akan mencapai wilayah selatan Amerika pada akhir pekan, daerah pesisir Florida dan Georgia sedang berjuang mengatasi terjangan Irma dan melakukan evakuasi terbesar mereka sejak 2005.

"Seluruh Amerika Serikat bagian tenggara lebih baik bangun dan memerhatikan situasi," kata kepala darurat federal AS, Brock Long. "Ini akan sangat menghancurkan."

Dalam merespons Irma, maskapai penerbangan membatalkan lebih dari 4.000 penerbangan dari dan ke bandara-bandara di Karibia dan Florida selama sembilan hari pertama bulan September.

Para pakar juga mengatakan jumlah pembatalan penerbangan dapat bertambah seiring sementara badai mendekati Florida, lokasi bandara Miami, salah satu yang tersibuk di dunia, melayani lebih dari 1.200 penerbangan sehari ke 150 tempat tujuan oleh 106 maskapai.

Badai Irma dan Harvey juga mengacaukan industri energi. Harvey membuat kilang minyak dan fasilitas-fasilitas lain tutup, sehingga harga bensin naik menjadi 5,8 sen perliter, dan menyebabkan kelangkaan bensin di beberapa tempat di Texas.

Per Jumat (8/9) pagi, Pusat Badai Nasional AS (NHC) telah menurunkan level Irma ke Kategori Empat dengan kecepatan angin maksimal hingga 250 kilometer per jam saat memeringatkan bahwa hal itu masih sangat berbahaya.

Badai Irma mendekati Florida sementara penghitungan kerugian akibat badai Harvey di Texas belum selesai. Permohonan tunjangan pengangguran naik ke tingkat tertinggi dalam dua tahun akibat badai Harvey, setelah banyak tempat kerja rusak karena angin atau terendam air.

Hari Kamis (7/9) Texas melaporkan lebih dari 541 ribu permohonan tunjangan pengangguran. Biasanya, jumlahnya sekitar 10 ribu per pekan di Texas. (AFP/VOA/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya