Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PAUS Fransiskus bertolak ke Kolombia pada Rabu (6/9) untuk menyembuhkan luka-luka konflik terpanjang di kawasan Amerika Latin itu saat berlangsungnya gencatan senjata baru antara pemerintah dan kelompok pemberontak.
Dalam pesan video menjelang keberangkatannya, Paus mendesak semua warga Kolombia untuk mengambil langkah pertama dan saling merangkul satu sama lain demi perdamaian dan masa depan.
“Perdamaian ialah apa yang telah dicari dan dikerjakan Kolombia sejak lama. Perdamaian yang stabil dan abadi sehingga kita bisa saling memperlakukan satu sama lain sebagai saudara, bukan sebagai musuh,” imbuhnya.
Kunjungan yang sangat simbolis itu dilakukan selama lima hari, 6-10 September, dengan prediksi Paus akan mendesak para pemimpin Kolombia untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi yang memicu pemberontakan bersenjata selama lima dekade.
Selain itu, penyelesaian masalah kesenjangan akan menyeimbangkan kebutuhan warga Kolombia untuk melihat keadilan dengan pengampunan.
Kardinal Vatikan, Pietro Parolin, mengatakan pesan utama dari perjalanan ialah kapasitas untuk memaafkan dan menerima pengampunan.
Fransiskus akan menjadi paus ketiga yang mengunjungi Kolombia setelah Paus Paulus VI pada 1968 dan Santo Yohanes Paulus II pada 1986.
Kolombia ialah negara Amerika Latin ketujuh yang dikunjungi Fransiskus sejak menjadi paus pada 2013. Sebelumnya dia melakukan lawatan ke Brasil, Bolivia, Ekuador, Paraguay, Kuba, dan Meksiko.
Perjalanan Paus kelahiran Argentina berusia 70 tahun itu untuk meminta maaf atas kekajaman kepada pribumi saat pendudukan Spanyol dan melakukan diplomasi.
Paus akan menuju ke kota-kota di Villavicencio, Medellin, dan kota bersejarah Cartagena di Cartagena. Cartagena menyambut kedatangan Fransiskus dengan menghias area yang dikunjungi dengan 12.000 pohon.
Gereja Katolik di Kolombia telah menyiapkan diri menerima sekitar 4,7 juta orang dan menyiapkan 5 juta hosti untuk komuni.
Otoritas Kolombia telah menghabiskan lebih dari US$9,3 juta untuk mempersiapkan kunjungan tersebut. Mereka memprediksi kunjungan itu akan menarik 1,5 juta wisatawan dan menghasilkan pendapatan US$94,4 juta.
Puncak perjalanan Paus akan terjadi pada Jumat (8/9), dengan pertemuan dan doa rekonsiliasi antara korban konflik dan mantan gerilyawan di Villavicencio, kota di selatan Bogota yang dikelilingi oleh wilayah yang dikuasai FARC. (AFP/Ire/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved