Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM -saham Korea Selatan jatuh untuk hari perdagangan keempat berturut-turut pada Selasa (5/9), karena meningkatnya risiko geopolitik yang disebabkan oleh provokasi nuklir dan rudal Korea Utara.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 3,03 poin atau 0,13 persen dan menjadi menetap di 2.326,62 poin, dengan volume perdagangan mencapai 317 juta saham senilai 4,8 triliun won (US$4,3 miliar).
KOSPI, yang memulai awal dengan baik, kemudian berbalik negatif karena investor asing beralih menjadi penjual bersih menyusul kekhawatiran atas risiko geopolitik di Semenanjung Korea.
Pada Minggu (3/9), Korea Utara mengumumkan keberhasilan uji cobanya terhadap apa yang diklaimnya sebagai hulu ledak bom hidrogen yang dapat dimuat dalam rudal balistik antarbenua (ICBM). Hal ini menyebabkan penurunan KOSPI lebih dari satu persen pada Senin (4/9).
Penurunan itu menyusul uji coba ICBM Hwasong-12 oleh Pyongyang pada minggu yang mendarat di sebelah utara pulau Hokkaido, Jepang bagian utara. Investor-investor asing beralih menjadi penjual bersih dengan melepas sejumlah saham lokal senilai 211 miliar won. Investor individu terus menjual saham senilai 66 miliar won karena kekhawatiran tentang risiko geopolitik. Di sisi lain, lembaga keuangan membeli saham senilai 243 miliar won.
Pengamat pasar memperkirakan bahwa volatilitas di pasar saham bisa tetap tinggi untuk saat ini, karena kekhawatiran masih belum hilang di antara para investor.
Pabrikan mobil terkemuka Hyundai Motor sahamnya juga turun 1,4 persen, dan perusahaan kimia terkemuka LG Chem merosot 1,1 persen. Perusahaan asuransi jiwa terbesar Samsung Life Insurance kehilangan 0,9 persen, dan kelompok keuangan utama KB Financial anjlok 4,2 persen.
Samsung C&T, perusahaan induk de facto dari Samsung Group, turun 1,2 persen, namun penggerak utama pasar Samsung Electronic naik 1,6 persen. Raksasa chip memori SK Hynix naik 2,6 persen, dan mesin pencari yang paling banyak digunakan Naver naik 1,4 persen.
Adapun mata uang Korea Selatan berakhir di 1.131,1 won terhadap greenback, naik 1,9 won dari penutupan sebelumnya.
Harga obligasi berakhir beragam. Imbal hasil pada surat utamh pemerintah tiga tahun turun 0,2 basis poin menjadi 1,780 persen, namun tingkat pengembalian obligasi pemerintah 10 tahun naik 0,1 basis poin menjadi 2,306 persen.(Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved