Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pemulihan Badai Harvey, Butuh Puluhan Miliar Dolar

Anastasia Arvirianty
04/9/2017 19:29
Pemulihan Badai Harvey, Butuh Puluhan Miliar Dolar
(AP/ Scott Olson)

DAMPAK yang ditimbulkan Badai Harvey yang menerjang Texas, Amerika Serikat baru-baru ini sungguh dahsyat. Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan upaya pemulihan baru saja dimulai. Ia meminta Kongres AS untuk menyediakan puluhan miliar dolar yang akan digunakan untuk rekonstruksi.

"Proses pembangunan kembali, di sinilah jarak yang panjang dimulai. Di sinilah kita sampai pada bagian di mana Kongres berperan," tutur Abbott.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Gedung Putih telah meminta Kongres untuk menyiapkan sejumlah dana dalam kisaran US$7,85 miliar sebagai biaya awal pemulihan. Pada akhirnya, Abbott mengatakan, pemulihan akan menghabiskan biaya sekitar US$150 miliar sampai US$180 miliar atau sekitar (Rp 2.340 triliun).

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin mengatakan, besaran tersebut dibutuhkan untuk memastikan korban badai di Texas mendapat bantuan yang mereka butuhkan. Namun, biaya pemulihan itu sedang diperdebatkan sebab telah melampaui batas pinjaman negara.

Presiden Donald Trump mengunjungi daerah-daerah yang dilanda badai di Texas akhir pekan lalu, mengungkapkan harapannya agar Kongres bertindak cepat mengenai bantuan pasca terjadinya Badai Harvey.

Tetapi beberapa orang dari golongan konservatif DPR menentang rencana adanya program bantuan itu. Alasannya secara langsung bantuan bencana itu berkorelasi dengan kenaikan batas utang. Upaya pemerintah seperti itu dinilai keliru.

Direktur Anggaran AS Mick Mulvaney mengatakan, nantinya pemerintah akan mencari tambahan US$6,7 miliar untuk bantuan bencana.

Di kota terbesar keempat di negara bagian Houston, yang hancur akibat hujan deras yang menyertai badai, banyak penduduk yang rumahnya terkena badai, telah kembali pada akhir pekan lalu untuk mulai membersihkan dan mengeluarkan barang-barang mereka yang basah dan rusak.

Badai Harvey tersebut setidaknya menyebabkan korban jiwa, 42 orang meninggal. The Houston Chronicle mengatakan korban meninggal atau dikhawatirkan meninggal lebih dari 50 orang.

Banjir selama seminggu juga merusak 40.000 sampai 50.000 rumah di Houston dan puluhan ribu warga dalam beberapa pekan menempati penampungan darurat yang disediakan pemerintah.

Adapun, Walikota Houston Sylvester Turner mendesak orang-orang yang telah merencanakan bepergian ke Houston untuk tidak membatalkan perjalanan mereka, dengan mengatakan bahwa kota itu sudah 95% pulih saat ini, dan terbuka kembali untuk aktivitas bisnis.

Di samping itu, pihak berwenang pun telah mengatasi kebakaran kecil di sebuah pabrik kimia yang dirusak oleh Badai Harvey. Sam Mannan, pakar keamanan kimia di Universitas Texas A & M, mengatakan bahwa asap abu-abu mengindikasikan adanya kebakaran dengan sedikit bahan kimia berbahaya yang tersisa. "Namun, pada Minggu (3/9) malam, semua kebakaran di pabrik tersebut telah padam," ujar pejabat setempat. (AFP/AP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya