Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Mahkamah Agung Kenya Batalkan Hasil Pemilihan Presiden

MICOM
02/9/2017 10:22
Mahkamah Agung Kenya Batalkan Hasil Pemilihan Presiden
(AP)

MAHKAMAH Agung Kenya, kemarin, Jumat (1/9) membatalkan kemenangan President Uhuru Kenyatta dalam pemilihan presiden, denganmenyebut telah terjadi banyak kecurangan, dan memerintahkan pemilihan baru dalam waktu 60 hari.

Pengumuman tersebut merupakan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di Afrika, dimana pemerintah sering memengaruhi para hakim untuk membuat keputusan. Fatwa yang disiarkan secara luas melalui televisi itu, mengagetkan pemilih dan warga pada umumnya serta membuka persaingan baru antara Kenyatta, 55, dan tokoh penentang Raila Odinga, 72.

Menanggapi, fatwa Mahkamah itu Kenyatta menyerukan pendukungnya agar tenang dan menghormati keputusan tersebut. Hal itu juga dia sampaikan dalam pidatonya yang disiarkan televisi sekaligus Kenyatta menyatakan akan maju lagi untuk mencalonkan diri.

Namun demikian, pada kesempatan itu Kenyatta juga mengeritik mahkamah telah mengabaikan keinginan rakyat dan menyebutkan para kepala kehakiman sebagai "wakora" (bajingan).

Para pendukung Odinga yang berada di jantung wilayah di bagian barat Kenya bersorak gembira mendengar fatwa mahkamah dan berpawai melintasi jalan-jalan raya.

Kenya sebenarnya juga memiliki sejarah tentang sengketa pemungutan suara. Perselisihan mengenai hasil pemilu 2007, Odinga dinyatakan kalah. Dampaknya terjadi pertumpahan darah selama berminggu-minggu. Lebih 1.200 orang tewas dalam pertikaian
etnis itu.

Ekonomi Kenya, yang terbesar di kawasan itu, terjerembab ke dalam resesi dan kekuatan-kekuatan ekonomi tetangganya terpengaruh. Pada pemilu presiden kali ini Ketua Mahkamah David Maraga mengumumkan fatwa Mahkamah Agung yang didukung oleh empat dari enam hakim, dengan menyatakan deklarasi kemenangan Kenyatta "tidak sah dan batal". Rincian dari fatwa itu akan disiarkan dalam waktu 21 hari. Di dalam ruang pengadilan, Odinga mengacung-acungkan tinjunya sebagai tanda dimulainya lagi persaingan mereka.

Pengumuman MA tersebut direaksi oleh pasar dan saham-saham mengalami penurunan di bursa Nairobi di tengah-tengah suasana
tak menentu, sementara para pendukung Kenyatta menggerutu. Namun, suasana di jalan-jalan ibu kota Kenya itu tetap tenang.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya