Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah menerjang Texas dan mengguyur wilayah itu dengan hujan luar biasa deras, badai tropis Harvey kemarin mendarat di Lousiana, negara bagian yang masih menyimpan luka akibat amukan badai Katrina pada 2005.
Pusat Badai Nasional melaporkan Harvey mendarat untuk kedua kalinya di Kota Cameron, dengan angin berkekuatan mencapai 72 kilometer per jam.
Perkiraan cuaca menyebutkan badai itu membawa hujan deras dengan intensitas 13-25 sentimeter, lebih rendah dari hujan yang ditimbulkan badai Harvey kategori 4 yang telah merendam sebagian wilayah Texas dan barat daya Lousiana.
Sebelum badai itu mendarat, Wali Kota New Orleans Mitch Landrieu memperingatkan melalui Twitter, “mengingatkan #NOLA bahwa kita masih belum aman.”
Dia mendesak warga untuk tetap waspada dan hati-hati. Kedatangan badai ini bertepatan dengan detik-detik peringatan 12 tahun terjangan badai Katrina yang meluluhlantakkan New Orleans.
Badan perkiraan cuaca memperkirakan Harvey akan melemah menjadi angin tropis pada Rabu (30/8) malam.
Di Texas, departemen darurat menggelar operasi penyelamatan siang malam untuk menjangkau ratusan warga yang masih terjebak banjir yang ditimbulkan badai monster tersebut.
Badai ini telah mengubah jalan-jalan di kota terbesar keempat AS itu menjadi sungai. Mereka membawa lebih dari 8.000 orang ke tempat-tempat penampungan darurat.
Kondisi yang sulit membuat jumlah korban belum bisa dipastikan. Media-media AS melaporkan total korban tewas bisa mencapai 30 orang. Pejabat setempat mengkhawatirkan korban tewas lebih banyak lagi saat jalan-jalan sudah bisa dilalui.
Kunjungan Trump
Presiden AS Donald Trump berkeliling zona bencana di Texas setelah diterjang Badai Harvey pada Selasa (29/8) untuk menghibur warga setempat yang tertimpa bencana.
Trump dengan ditemani istrinya, Melania, mengunjungi kota pesisir Corpus Christi yang mengalami dampak paling parah.
Ia memuji pekerjaan pejabat negara bagian dan federal dalam menanggapi bencana tersebut.
“Kami mencintai kalian. Kalian spesial. Kami di sini untuk menjaga kalian. Ini bersejarah, ini epik, tapi saya katakan, itu terjadi di Texas, dan Texas bisa menangani apa pun,” seru sang Presiden.
Seorang petugas polisi Houston dikonfirmasi sebagai korban terakhir dari badai setelah mayat Steve Perez, yang hilang setelah melapor untuk bertugas pada Minggu dini hari, ditemukan penyelam dua hari kemudian.
Total kerugian ekonomi dan kerusakan yang ditimbulkan badai Harvey melonjak menjadi US$42 miliar dari yang sebelumnya sebesar US$30 miliar karena banjir mulai menyebar ke Louisiana. Ini menempatkan Harvey ke dalam lima besar badai paling merusak dalam sejarah AS.
Menurut perkiraan Chuck Watson, pendiri firma pemodelan bencana Enki Research, Harvey setara dengan badai Ike, yang menyerang Texas dan sebagian wilayah Karibia pada 2008 dengan kerugian US$43 miliar, dan badai Wilma yang merobek-robek Amerika Utara pada 2005, dengan nilai kerugian hampir US$38 miliar. (AFP/Arv/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved