Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

KJRI Siap Bantu WNI Terdampak Badai Harvey di AS

MICOM
29/8/2017 13:54
KJRI Siap Bantu WNI Terdampak Badai Harvey di AS
(AP)

KONJEN Republik Indonesia di Houston, Amerika Serikat, siap membantu warga Indonesia yang terkena banjir akibat badai Harvey dengan menyediakan shelter di gedung KJRI Houston.

"KJRI menyediakan hotline 24 Jam yang bisa dihubungi yakni KJRI Houston: +1 346-932-7284 untuk warga yang memerlukan informasi dan bantuan," demikian siaran pers KJRI Houston, Selasa (29/8).

Bencana badai Harvey, berkategori 1-4 telah melanda negara bagian Texas menyusul dampak banjir besar yang mendera kota Houston dan wilayah sekitarnya hingga wilayah barat negara bagian Louisiana.

Badai Harvey menhujam di Corpus Christi, Texas, sekitar 330 kilometer dari kota Houston Jumat malam, 25 Agustus 2017 hingga Sabtu dini hari waktu setempat. Diperkirakan badai akan tetap berlangsung hingga 30 Agustus 2017.

Badai Harvey ini merupakan badai yang terbesar yang terjadi di Amerika Serikat dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Presiden AS Donald Trump telah mendeklarasikan status Federal Disaster.

Sementara itu, Gubernur Texas, Greg Abbot telah mendeklarasikan State of Disaster kepada 30 wilayah. Kantor-kantor pemerintah dan swasta, serta sekolah dan universitas diliburkan.

Dua bandara utama Houston, George Bush International dan William P Hobby Airport ditutup sejak 27 Agustus 2017 hingga waktu yang belum ditentukan.

Menanggapi kejadian ini, KJRI Houston terus melakukan pemantauan tentang keselamatan WNI melalui komunikasi intensif dengan pimpinan/tokoh organisasi masyarakat/diaspora dan mahasiswa Indonesia di Texas serta pihak otoritas setempat.

Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa WNI, selain lima korban jiwa warga Houston dan sekitarnya. Sebagian besar WNI dan mahasiswa masih dalam situasi aman, sementara
beberapa keluarga WNI yang tinggal di wilayah rendah terkena banjir sehingga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya