Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Polisi Buru Penabrak Massa di Barcelona

19/8/2017 07:45
Polisi Buru Penabrak Massa di Barcelona
(AP/FRANCISCO SECO/EMILIO MORENATTI/AFP/NICOLAS CARVALHO)

SPANYOL menggelar operasi antiteror setelah seseorang menab­rakkan mobil van putih yang dikendarai ke arah kerumunan orang di La Ramblas, Barcelona, Kamis (17/8) sore. Aksi teror ini menewaskan 14 orang dan melukai ratusan lainnya dari 24 negara, di antaranya Prancis, Jerman, Pakistan, Australia, dan Filipina.

Setelah korban bertumbang­an, pengemudi meninggalkan kendaraannya dan melarikan diri. Hingga kemarin, polisi masih memburu sopir tersebut. Saksi mata menceritakan tubuh-tubuh tergeletak memenuhi sepanjang jalan raya La Ramblas yang populer.

Kelompok Islamic State (IS) mengakui serangan tersebut dari pihaknya. Jika klaim IS terbukti, insiden itu teror terbaru dari rangkaian serangan sepanjang 13 bulan terakhir di kota-kota Eropa. Sebelumnya teror dengan cara menabrak terjadi di Nice, Berlin, London, dan Stockholm.

Sekitar 8 jam kemudian, di Cambrils, kota resor 110 kilometer selatan Barcelona, sebuah mobil Audi A3 menab­rak pejalan kaki, melukai 6 warga sipil, 1 di antaranya kritis, dan 1 di antaranya perwira polisi.

Polisi menembak mati kelima penyerang yang berada dalam mobil tersebut. Dilaporkan ada yang memakai sabuk peledak, tetapi Menteri Dalam Negeri Catalonia Joaquim Forn menyatakan itu palsu.

Pemerintah Indonesia mengecam aksi teror tersebut. “Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan dukacita mendalam dan solidaritas kepada korban dan keluarga korban,” demikian pernyataan pers dari Kemenlu, kemarin.

Berdasarkan keterangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Madrid, tidak ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Pemerintah mengingatkan WNI, khususnya yang berada di Barcelona, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta mempelajari perkembangan situasi dan keamanan di tempat-tempat yang akan dituju. (AFP/Hym/Ant/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya