Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI strategi Gedung Putih, Steve Bannon, mengemukakan dengan tegas bahwa Amerika Serikat (AS) berada dalam ‘perang ekonomi’ dengan Tiongkok, dan konfrontasi dengan Korea Utara (Korut) yang bersenjata nuklir hanya ‘tontonan tambahan’.
“Bagi saya, perang ekonomi dengan Tiongkok ialah segalanya dan kita harus fokus pada hal itu,” ujar Bannon dalam wawancara dengan American Prospect, sebuah situs yang condong ke kiri, yang diterbitkan Rabu (16/8) waktu setempat.
“Jika kami terus merugi, kami lima tahun, paling tidak 10 tahun, menabrak titik infleksi yang darinya kami tidak akan pernah bisa pulih,” jelas Bannon.
Bannon, ekonom nasionalis dan mantan CEO situs berita ekstrem kanan Breitbart, dilaporkan berada dalam hubungan kurang sehat dengan Presiden AS Donald Trump.
Terdapat tuntutan yang meningkat dari kalangan kiri dan kanan yang menginginkan mantan editor Breitbart News itu disingkirkan dari Gedung Putih.
Ketika Trump ditanyai pada sebuah konferensi pers pekan ini apakah kepala strategi akan tetap berada di posisinya, Presiden mengatakan, “Kita lihat saja nanti.”
Dalam sebuah wawancara telepon yang jujur dengan editor American Prospect, Robert Kuttner, Bannon berbicara tentang pertikaian di Gedung Putih, yang sekarang dilanda badai atas respons defensif Trump terhadap kekerasan yang dilakukan anggota kelompok supremasi kulit putih di Virginia.
Jauh dari membela Trump, Bannon berbicara dengan nada ‘menghina’ tentang gerakan nasionalis kulit putih yang turut dia kembangkan sebagai mantan kepala Breitbart. (AFP/Hym/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved