Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Venezuela, Nicolas Maduro, berkeinginan bertatap muka langsung dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Hal itu terkait dengan pengenaan sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS pada Kamis (10/8).
Lewat Majelis Konstituante yang loyal kepada Maduro, presiden Venezuela itu menginstruksikan menteri luar negeri untuk mengatur pertemuan dengan Trump.
Maduro berharap pertemuan dapat digelar pada 20 September 2017 saat kepala negara dan pemerintah dari seluruh dunia berkumpul di Majelis Umum PBB.
“Jika dia sangat tertarik dengan Venezuela, inilah aku. Tuan Donald Trump, inilah tangan saya,” kata Maduro. Meski meminta bertemu, dia tetap teguh menolak campur tangan AS yang dinilai melawan rezimnya.
“Kami tidak akan pernah menyerah pada kekuatan asing,” lanjutnya. AS menyerang Maduro dengan sanksi pada 31 Juli 2017 atau sehari setelah pemilihan Majelis Konstituante yang dinilai ‘Negerti Paman Sam’ itu tidak sah dan melayani diktator.
Sanksi berlanjut ke beberapa anggota majelis. Langkah yang diambil ialah membekukan aset-aset para politikus Venezuela di AS dan melarang orang Venezuela berbisnis dengan perusahaan-perusahaan AS.
Mengenai Majelis Konstituante, Maduro menegaskan majelis itu memang memegang kekuasaan tertinggi di semua cabang pemerintahan. Namun, itu bertujuan baik, yakni untuk membawa kembali perdamaian di Venezuela.
Sebaliknya, AS dan negara-negara Amerika Latin lainnya menganggap Maduro menggunakan majelis sebagai alat untuk mencegah perlawanan dari oposisi dan legislatif.
Pada Kamis (10/8), oposisi melontarkan kecaman kepada pemerintah karena pengadilan tinggi memvonis dua wali kota yang berpihak kepada mereka dengan 15 bulan penjara. Vonis dijatuhkan karena wali kota tersebut tidak mencegah demonstrasi anti-pemerintah.
Hukuman lainnya ialah keduanya dilarang memegang jabatan publik. Putusan tersebut berpotensi membawa 23 wali kota menjadi target tindakan hukum. Tidak hanya menarget wali kota, Majelis Konstituante juga telah memecat jaksa agung. (AFP/Ire/I-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved