Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Mahathir Diselidiki Terkait Kerugian Valas

09/8/2017 13:50
Mahathir Diselidiki Terkait Kerugian Valas
(AP/VINCENT THIAN)

PEMERINTAH Malaysia telah meluncurkan penyelidikan atas kerugian valuta asing besar-besaran yang diderita bank sentral lebih dari dua dekade lalu. Penyelidikan itu dapat menyebabkan penuntutan pidana terhadap mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Pemimpin oposisi Malaysia mengecam dan menuding penyelidikan tersebut sebagai taktik politik untuk mendiskreditkan Mahathir, beberapa bulan setelah dia membentuk sebuah partai politik baru.

"Penyelidikan ini merupakan upaya putus asa seorang (Perdana Menteri) Najib Razak dalam membungkam para pengkritiknya," kata Mahathir.

Dia dan pemimpin oposisi lain telah mendesak pemerintah untuk juga melakukan penyelidikan formal mengenai 1MDB, perusahaan negara yang dibentuk Najib berkaitan dengan investasi.

Mahathir memimpin sebuah koalisi oposisi yang bertujuan melengserkan Perdana Menteri Najib Razak dalam pemilihan umum yang dijadwalkan pada pertengahan 2018.

Mahathir, 92, memimpin Malaysia selama 22 tahun sebelum mundur pada 2003.

Pertemuan Komisi Penyelidikan Kerajaan, yang beranggotakan enam orang, digelar pertama kali kemarin. Komisi itu mengatakan akan menyelidiki berapa banyak bank sentral yang mengalami kerugian dalam perdagangan mata uang pada 1990-an dan menentukan apakah ada yang disembunyikan.

Komisi penyelidikan mengatakan sidang akan dimulai pada 21 Agustus dan akan mengajukan sebuah laporan kepada raja pada 13 Oktober. AFP/Hym/I-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya