Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI Australia dalam satu bulan terakhir menerima lebih dari 6.000 pucuk senjata dari warga. Hal itu berlangsung setelah amnesti nasional diberlakukan akibat kekhawatiran terhadap kegiatan terorisme dan peredaran senjata api ilegal.
Di antara senjata yang diserahkan di New South Wales, terdapat empat senapan serbu SKS, senapan mesin 9 mm buatan dalam negeri, senapan Colt AR-15, karburator M1, dan revolusioner raksasa kaliber 44. Secara total, dari sekitar 1.700 senapan, 460 senapan dan hampir 200 pistol ditarik serta ribuan lainnya didaftarkan.
"Kami juga menerima lebih dari 110 senjata yang dilarang termasuk pedang, samurai, pisau, dan senjata bermata lainnya," kata Inspektur Kepala Detektif, Wayne Hoffman. Pemerintah memberlakukan amnesti tersebut dari 1-30 September 2017.
Menurut amnesti, penyerahan senjata api yang tidak terdaftar dilakukan tanpa pertanyaan. Jika penyerahan dilakukan di luar periode itu, pemerintah akan mengenakan denda hingga A$280 ribu, atau dikenakan pidana 14 tahun penjara.
Kebijakan pengendalian senjata mendapat dukungan kuat dari publik Australia. Di 'Negeri Kanguru' itu, amnesti senjata api nasional menjadi yang pertama sejak penembakan massal Port Arthur pada 1996 yang menewaskan 35 orang. AFP/Ire/I-4
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved