Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Maduro Buru para Pemberontak

09/8/2017 13:44
Maduro Buru para Pemberontak
(AFP/FEDERICO PARRA)

Petinggi militer Venezuela muncul di televisi pemerintah pada Senin (7/8) malam, untuk menunjukkan dukungan bagi Presiden Nicolas Maduro, guna memburu para pemimpin pemberontak berseragam yang menyerbu sebuah pangkalan militer dan melarikan diri dengan menggondol senjata.

Dikelilingi tiga tank dengan jumlah ratusan barel dan tentara, Menteri Pertahanan dan Kepala Angkatan Bersenjata Jenderal Vladimir Padrino menegaskan militer akan bersatu dan memberikan dukungan dengan semangat tinggi.

Padrino memberikan laporan terbaru tentang serangan yang terjadi pada Minggu (6/8) di sebuah pangkalan di kota barat laut Valencia.

Serangan itu, kata Padrino, dilakukan sekitar 20 tentara bayaran yang dibayar dari Miami oleh kelompok sayap kanan. Insiden itu memicu kekhawatiran bahwa krisis yang memburuk di negara tersebut dapat mengarah ke konflik bersenjata.

Padrino mengatakan, mantan Kepala Garda Nasional, Juan Carlos Caguaripano, dan mantan letnan, Jefferson Gabriel Garcia, berada di balik serangan tersebut.

Tepat sebelum penyerbuan tersebut, Caguaripano mengunggah sebuah video daring yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari pemberontakan yang sah, untuk menolak tirani pembunuhan Presiden Maduro. Muncul dengan lebih dari selusin pria berseragam, beberapa bersenjata, Caguaripano menuntut dibentuknya pemerintahan transisi dan pemilihan bebas.

Lebih lanjut, Padrino juga melaporkan, bahwa dua penyerang tewas dan tiga tentara terluka. Adapun sebanyak delapan orang ditahan setelah tiga jam pertempuran, dan 10 penyerang lainnya berhasil keluar dengan persenjataan yang tidak terspesifikasi.

Padrino mengatakan, sebuah operasi khusus telah dijalankan untuk merebut senjata tersebut, dan menangkap mereka. Dia mengatakan, Garcia telah bertanggung jawab terhadap perebutan senjata tersebut dan bertindak sebagai kaki tangan dari dalam, sementara Caguaripano telah dipecat dari angkatan darat pada 2014 setelah beberapa kali melakukan pelanggaran kedisiplinan.

Sementara itu, koalisi oposisi, the Democratic Unity Roundtable mengatakan, krisis negara tersebut telah memecah belah masyarakat Venezuela. Ketua kongres yang dikontrol oposisi, Julio Borges, telah menuntut 'kebenaran' dari pemerintah tentang apa yang terjadi pada penyerbuan tersebut.

Oposisi Venezuela pun telah berulang kali mendesak militer untuk meninggalkan Maduro, tetapi sejauh ini desakan itu sia-sia.
Analis mengatakan, perselisihan bisa dilihat di jajaran lebih rendah dari pasukan keamanan.

"Ada indikasi meningkatnya ketidakpuasan di jajaran menengah polisi dan tentara meskipun komandan-komandan militer tetap bersekutu dengan pemerintah," kata Diego Moya-Ocampos, dari IHS Markit Country Risk di London. AFP/Arv/I-1



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya