Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

AS Ajak ASEAN Dukung Sanksi untuk Korut

Haufan Hasyim Salengke
07/8/2017 06:12
AS Ajak ASEAN Dukung Sanksi untuk Korut
(Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson -- AP Photo/Pool/Mohd Rasfan)

MENTERI Luar Negeri Amerika Rex Tillerson mengajak Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk satu suara dalam mengatasi masalah proliferasi senjata nuklir Korea Utara.

Sebelumnya, DK PBB pada Sabtu (5/8) secara bulat mendukung rancangan resolusi A­merika Serikat yang secara signifikan memperberat sanksi terhadap Korea Utara.

Tillerson menyeru ASEAN untuk sepenuhnya mengimplementasikan sanksi Dewan Keamanan PBB kepada Pyongyang yang telah mengabaikan seruan me­ninggalkan program senjata dan peluru kendali nuklirnya yang mampu mencapai daratan AS.

“ASEAN perlu bertindak lebih jauh lagi dengan memangkas aliran dana untuk program nuklir dan peluru kendali Korut serta meminimalkan hubungan diplomatik,” ujar Tillerson dalam acara pertemuan tahunan menteri luar negeri ASEAN di Manila, Filipina, kemarin.

Semua negara anggota ASEAN saat ini memiliki hubungan diplomatik dengan Korut. Lima negara tercatat memiliki kedutaan besar di Pyongyang, sedangkan kedutaan Korut sendiri berada di delapan negara ASEAN.

Washington mengatakan ada keprihatinan bersama di antara blok ASEAN bahwa aksi provokatif ‘Negeri Juche’ itu telah mengancam stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik dan di seluruh dunia.

“Kami berkomunikasi dengan semua negara untuk menerapkan resolusi DK PBB. Yang paling penting ialah mencegah Korea Utara memanfaatkan aliran pendapatannya untuk memajukan program provokatifnya,” tegas Tillerson.

Masalah Laut China Selatan
Terkait dengan ketegangan di Laut China Selatan akibat klaim Tiongkok pada sebagian besar kawasan itu, yang membuat marah empat negara ASEAN dan Taiwan, Tillerson menekankan bahwa prinsip kebebasan navigasi di wilayah itu harus ditaati sepenuhnya.

Tillerson juga menyeru negara-negara yang bersengketa di Laut China Selatan untuk mengurangi pembangunan dan militerisasi di kawasan itu dengan membentuk dan mematuhi code of conduct maritim di sana.

Dalam taklimat pers setelah pertemuan itu, Patrick Murphy sebagai Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS Urusan Asia Timur mengatakan Tillerson juga menekankan komitmen keamanan dan ekonomi AS di kawasan itu kendati Presiden AS, Donald Trump, memiliki platform kebijakan menomorsatukan kepentingan dalam negeri AS dan keluar dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP).

Stabilitas ASEAN
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menilai bahwa ASEAN dalam usianya yang ke-50 telah membuktikan diri sebagai motor perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

“Di tengah keraguan terhadap multilateralisme dan regionalis­me, ASEAN telah membuktikan sebagai motor perdamaian dan stabilitas kawasan,” kata Retno dalam sesi pleno pertemuan menlu ASEAN di Manila seperti disampaikan dalam keterangan pers Kemenlu RI yang diterima di Jakarta, kemarin.

Retno juga menegaskan bahwa hak asasi manusia harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kerja sama. Selain itu, ASEAN perlu terus mendorong pembangunan yang inklusif, memberdayakan usaha kecil-menengah dan melindungi pekerja migran. (Ant/AFP/VOA/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik