Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), kemarin, menggelar pertemuan tahunan menteri luar negeri di Manila, Filipina
Salah satu hal yang akan dibahas dalam pertemuan itu ialah masalah keamanan regional termasuk masalah Korea Utara (Korut) yang tengah menjadi sorotan dunia terkait dengan program nuklir mereka.
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi menegaskan Indonesia mendorong perwujudan ASEAN yang bebas nuklir. Menlu Retno juga menegaskan ASEAN harus memiliki kontribusi dalam perdamaian dan kestabilan di kawasan.
Ia juga menyoroti kesatuan dan sentralitas di kawasan ASEAN. Kedua isu penting itu harus tetap dijaga demi kelangsungan ASEAN.
“Selama ini, ASEAN telah berkontribusi kepada kawasan dalam wujud ekosistem yang damai, stabil, dan sejahtera,” ujar Retno dalam pertemuan pleno menlu ASEAN, seperti dikutip dari Twitter resmi Kemenlu RI, kemarin.
ASEAN, lanjutnya, juga telah terbukti secara konsisten menjadi motor penggerak perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya.
Namun, menurut Retno, bukan berarti ASEAN tidak memiliki tantangan karena memasuki usia 50 tahun, berbagai isu bisa mengancam stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara itu.
Tantangan-tantangan itu harus dihadapi sehingga ASEAN bisa terjaga sampai masa mendatang.
“Tantangan ASEAN 50 tahun ke depan ialah persaingan geopolitis, kejahatan internasional terorganisasi, dan agar masyarakat merasakan manfaat nyata ASEAN,” tandas menlu perempuan pertama Indonesia itu.
Di lain hal, dalam pertemuan itu Vietnam mendesak negara-negara anggota ASEAN lainnya untuk mengambil sikap yang lebih kuat melawan ekspansionisme Tiongkok di Laut China Selatan.
Menurut salinan draf yang diperoleh AFP, Vietnam melobi ASEAN untuk mengungkapkan keprihatinan serius atas konstruksi di laut, yang mengacu pada pengembangan pulau buatan Tiongkok di perairan yang disengketakan selama beberapa tahun terakhir.
Tiongkok mengklaim hampir semua perairan strategis yang penting, termasuk perairan yang mendekati pantai Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei.
Beberapa tahun terakhir ini Tiongkok telah memperluas kehadiran mereka di laut dengan membangun pulau-pulau buatan yang mampu menampung pangkalan militer.
Dalam menanggapi permintaan Vietnam itu, juru bicara Kemenlu RI Arrmanatha Nasir mengatakan hal itu merupakan pembahasan yang masih berlangsung.
“Dalam perundingan, semua negara tentu menyampaikan posisinya masing-masing, termasuk Indonesia. Dari situ, negara-negara ASEAN akan berunding untuk mencari titik temu,” ujar Arrmanatha saat dihubungi. (Arv/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved