Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Terlibat Obat Bius, Wali Kota Dihabisi Duterte

31/7/2017 09:46
Terlibat Obat Bius, Wali Kota Dihabisi Duterte
(AFP/VINCENT GO)

BUKAN tanpa sebab jika Presiden Filipina Rodrigo Duterte menerapkan kebijakan garis keras dalam memberantas para pelaku perdagangan obat bius.

Sebab pelaku perdagangan barang haram tersebut telah merambah hingga ke para pejabat, polisi, dan hakim di seluruh negeri itu.

Duterte pun tidak segan-segan menghabisi para pejabat yang terlibat perdangangan obat bius tersebut.

Pejabat terakhir yang tewas dalam perang narkoba yang digelar Duterte ini ialah Reynaldo Parojinog.

Wali Kota Ozamiz, Provinsi Misamis Occidental, itu meregang nyawa bersama istri, adik laki-lakinya yang juga anggota Dewan Ozamiz dan sembilan orang lainnya dalam sebuah operasi penggerebekan yang digelar polisi, kemarin.

"Polisi tengah memberikan surat penggeledahan ketika penjaga keamanan wali kota menembaki mereka, sehingga polisi juga membalas," ujar Inspektur Lemuel Gonda, juru bicara kepolisian setempat.

Namun, pernyataan Gonda tersebut disangkal Jeffrey Ocang, seorang pembantu Parojinog.

Dia mengatakan penjaga tidak menembak dan tidak terjadi baku tembak.

Setelah serangan tersebut, polisi juga menangkap anak perempuan Parojinog, Nova Princess Parojinog, yang juga menjabat sebagai wakil wali kota.

Polisi mengatakan Nova akan segera dipindahkan ke Manila.

Menurut Kepala Polisi Provinsi Misamis Occidental, Jaysen De Guzman, petugas menemukan granat, amunisi, dan obat-obatan terlarang dari kompleks tinggal Parojinog.

Nama Parojinog, sempat muncul dalam pidato yang disampaikan Duterte tahun lalu.

Presiden ke-16 Filipina ini menyebut Parojinog sebagai wali kota yang terlibat dalam perdagangan narkoba ilegal. Ketika itu dia sempat menyangkal keterlibatannya.

Namun, sejak itu pula polisi terus melakukan pengawasan terhadap politisi yang cukup berpengaruh di Ozamiz tersebut.

"Dia memiliki banyak petugas keamanan yang membawa senjata tanpa izin," ujar kepala kepolisian setempat, Timoteo Pacleb.

Dua polisi lainnya yang disebut Duterte terdaftar dalam daftar pelaku obat bius tewas tahun lalu.

Sebelumnya, pada November, Wali Kota Albuera, Rolando Espinosa, tewas di dalam selnya di sebuah penjara di provinsi ketika polisi menggerebek penjara tersebut pada malam hari.

Polisi menyebut Espinosa menembak polisi sebelum akhirnya tewas ditembak, meski dia dalam tahanan.

Duterte sendiri membela petugas yang terlibat dalam penggerebekan tersebut dan memerintahkan mereka ditempatkan kembali.

Namun, keputusan Duterte itu dikritik lantaran dinilai semakin memperluas budaya impunitas.

Pada Oktober, Samsudin Dimaukom, Wali Kota Ampatuan, juga tewas dalam baku tembak di sebuah pos pemeriksaan polisi karena dicurigai tengah mengangkut obat-obatan terlarang. (AFP/Ihs/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya