Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

20 Ribu Warga Terjebak di Wilayah IS

Anastasia Arvirianty
06/7/2017 18:12
20 Ribu Warga Terjebak di Wilayah IS
(AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

SEKITAR 20 ribu warga sipil terjebak di wilayah yang dikuasai oleh kelompok Islam Suriah (IS) di Kota Tua, Mosul, yang saat ini sedang diperjuangkan oleh pasukan Irak untuk dikembali.

Lebih dari delapan bulan sejak dimulainya operasi untuk merebut kembali Mosul dari kelompok Negara Islam, para jihadis telah sepenuhnya mengendalikan kota tersebut untuk memegang sebuah kecil wilayah di tepi barat Sungai Tigris.

Koordinator Kemanusiaan PBB di Irak, Lise Grande mengatakan, pertempuran melawan IS tersebut sangat berat, dan warga sipil yang tertangkap di tengah pertempuran berada dalam bahaya yang sangat ekstrim.

"Orang-orang yang masih terjebak di dalam wilayah tersebut, dan berada dalam kondisi yang mengerikan, menghadapi kekurangan makanan. Mereka berada dalam bahaya yang sangat parah dari pemboman, dan tembakan artileri. Pejuang (IS) yang masih ada secara langsung menargetkan warga sipil jika mereka mencoba dan pergi," terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pertempuran tersebut juga telah memakan korban jiwa yang besar, hampir 700.000 di antaranya saat ini mengungsi akibat pertempuran tersebut.

IS menyerbu daerah-daerah yang luas di utara dan barat Baghdad pada 2014, namun pasukan Irak yang didukung oleh serangan udara pimpinan AS dan pendukung lainnya kembali merebut wilayah yang sempat dikuasai IS.

Adapun, sebagai upaya bersama untuk menstabilkan negara yang dilanda perang tersebut, Amerika Serikat (AS) bersedia bekerja sama dengan Rusia untuk membangun "zona larangan terbang" di Suriah.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, Rusia memiliki "tanggung jawab khusus" untuk membantu menciptakan stabilitas di lapangan, atau berisiko menundukkan perang melawan kelompok IS.

"Amerika Serikat siap untuk mengeksplorasi kemungkinan membangun dengan mekanisme gabungan Rusia untuk memastikan stabilitas, termasuk zona larangan terbang, gencatan senjata, dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang terkoordinasi," katanya, seperti dilaporkan AFP.

Ia pun mengimbau, demi menyelesaikan misi, masyarakat internasional, dan khususnya Rusia, harus menghilangkan hambatan terhadap kekalahan IS.

"Kami menyerukan semua pihak, termasuk pemerintah Suriah dan sekutunya, pasukan oposisi Suriah, dan pasukan Koalisi yang bertempur untuk mengalahkan IS, menghindari konflik satu sama lain dan mematuhi batas-batas geografis yang disepakati," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik