Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEJABAT Malaysia pada Rabu (5/7) mengatakan dua orang anak dilaporkan meninggal dunia setelah tertular rabies. Itu menjadi kematian pertama di negeri tersebut setelah hampir dua dekade.
Seorang anak perempuan berusia enam tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia empat tahun meninggal pada Selasa (4/7) setelah terinfeksi penyakit tersebut di pedesaan wilayah Malaysia di Kalimantan.
Menurut pemerintah daerah dan Menteri Perumahan Sarawak, Sim Kui Hian, keduanya termasuk di antara tiga orang yang dikonfirmasi terinfeksi rabies, yang sebagian besar kasusnya ditularkan melalui gigitan anjing.
"Dua dari tiga kasus yang dikonfirmasi dinyatakan meninggal," ujar Sim.
"Mereka didiagnosis mati otak (brain dead) dan orang tua mereka telah menyetujui penarikan alat pendukung hidup," tambahnya.
Sim mengatakan pasien lainnya masih dalam keadaan kritis.
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengatakan bahwa kasus ini menjadi kematian pertama terkait rabies di negeri Jiran setelah hampir 20 tahun.
Lima desa yang berada di distrik Serian, Sarawak, yang berbatasan dengan wilayah Indonesia di Kalimantan, telah dikonfirmasi terkena wabah ini.
Sim mengatakan tim kesehatan di Serian telah mengunjungi 19 desa pada Selasa (4/7) dan melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 6.000 orang. Namun sejauh ini hanya tiga kasus manusia yang tertular rabies yang dikonfirmasi.
Kantor berita Malaysia, Bernama mengatakan pejabat setempat juga telah memerintahkan semua anjing yang berada di wilayah tersebut untuk divaksinasi terhadap rabies.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies menyebabkan radang otak dan sumsum tulang belakang, dan hampir selalu fatal jika sampai terinfeksi. Penyakit menular ini kerap menyerang populasi miskin dan rentan di daerah pedesaan. (AFP/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved