Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Trump Lanjutkan Perang Retorika dengan CNN

Soelistijono/MIOL
04/7/2017 08:48
Trump Lanjutkan Perang Retorika dengan CNN
(Akun twitter Presiden Amerika Serikat Donald Trump. -- AP Photo/J. David Ake)

KETIDAKAKURAN Presiden AS Donald Trump dengan media massa, terutama CNN tampaknya masih akan terus terjadi. Presiden Trump memulai lagi, pada Minggu (2/7) men-Twitt video modifikasi dari pertandingan gulat antara dirinya dengan CNN.

Akibat Twitter Trump tersebut perang retorika yang sedang berlangsung antara dia dan media berita kabel itu semakin memanas. Video Twitter dari orang nomor satu di AS ini mengisahkan bahwa Trump menyerang dan menundukkan sosok yang wajahnya dikaburkan oleh logo CNN dalam sebuah arena pertarungan bebas.

Video Trump ini berasal dari perhelatan WrestleMania 23 pada 2007, pada saat Trump berkompetisi melawan kepala WWE Vince McMahon dalam sesi pertarungan "pertempuran para milyuner" dipentaskan dimana masing-masing memilih satu pegulat untuk mewakili mereka.

'Pegulat' Trump juga memenangkan pertandingan itu, dan McMahon diminta untuk mencukur kepalanya setelah kekalahannya. Dalam sebuah acara TV yang dipentaskan, Trump membanting tubuh McMahon dan kemudian membantu mencukur kepalanya. Video yang tidak dimodifikasi tersedia di YouTube.

McMahon yang juga merupakan suami Linda McMahon yang oleh Trump diminta untuk memimpin lembaga pemerintahan yang menangani usaha kecil (small business administration).

Trump men-Twitt video tersebut dengan hashtag #FraudNewsCNN dan #FNN, yang tampaknya dia tujukan untuk mengganti nama baru CNN sesuai harapannya.

Sontak, video tersebut segera menghidupkan kembali pertanyaan tentang apakah retorika anti-media oleh Trump mendorong kekerasan terhadap media?.

Pekan lalu, ketika Trump men-Twitt sebuah serangan pribadi terhadap seorang host perempuan dari MSNBC Mika Brzezinski - Trump menuduhnya melakukan face-lift dan memiliki IQ rendah. Akibat tudingan Trump itu, Sarah Huckabee Sanders stafnya di Gedung Putih terpaksa membela tweet Trump tadi.

"Presiden sama sekali tidak pernah ada niat dan bertindak mendorong segala bentuk kekerasan," katanya dalam sebuah konferensi pers.

CNN mencatat kutipan tersebut atas tanggapan mereka terhadap video Trump. "Ini adalah hari yang menyedihkan ketika presiden Amerika Serikat mendorong kekerasan terhadap wartawan," ujar juru bicara CNN mengatakan kepada The Hill. "Jelas, Sarah Huckabee Sanders berbohong saat dia mengatakan bahwa presiden tersebut tidak pernah melakukannya."

Alih-alih mempersiapkan perjalanan ke luar negeri, pertemuan pertamanya dengan Vladimir Putin, berurusan dengan Korea Utara dan mengerjakan tagihan layanan kesehatannya, ujar juru bicara CNN itu, dia malah terlibat dalam masalah dunia remaja. "Perilaku dia jauh di bawah martabat kantor (Kepresidenan). Kami akan terus melakukan pekerjaan kami, dia harus mulai melakukannya."

Meski Trump sering mengkritik media berita dengan menuduhnya sering menjajakan 'berita palsu' dan liputan negatif tentang dia, CNN lah yang menjadi target favoritnya.

Pada minggu lalu, Trump men-Twitt bahwa CNN telah 'terkena batunya' karena menyebarkan berita palsu dan jurnalisme sampah. Baca juga: Trump Serang Media Lewat Twitter

Jaringan tersebut mencabut sebuah artikel minggu lalu yang mengklaim bahwa penyelidik Senat sedang menyelidiki sebuah bank Rusia yang memiliki hubungan dengan sekutu Trump. Tiga wartawan di jaringan tv berita tersebut kemudian mengundurkan diri.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik