Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Tiongkok Bangun Instalasi Militer

Haufan Hasyim Salengke
01/7/2017 07:51
Tiongkok Bangun Instalasi Militer
(AP/Francis Malasig/Pool Photo/File)

TIONGKOK tengah membangun sarana militer baru di kepulauan kawasan Laut China Selatan.

Hal itu dapat memicu ketegangan baru dengan Amerika Serikat (AS).

Sebuah lembaga kajian AS pada Kamis (29/6) mengungkapkan langkah Tiongkok membangun fasilitas militer di kawasan tersebut menunjukkan niat 'Negeri Tirai Bambu' untuk melakukan militerisasi di perairan tersebut.

Prakarsa Keterbukaan Laut Asia (AMTI) yang merupakan bagian dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional di Washington menyebutkan hasil citra baru satelit menunjukkan tempat penampungan peluru kendali dan radar komunikasi sedang dibangun di Fiery Cross, Mischief, dan Subi Reef di Kepulauan Spratly.

AS mengkritik pembangunan sarana militer Tiongkok di pulau buatan tersebut karena khawatir sarana itu akan dipakai untuk membatasi pergerakan kapal yang melintas di perairan Laut China Selatan,

Seperti diketahui, wilayah Laut China Selatan merupakan salah satu alur pelayaran penting untuk kegiatan perdagangan internasional.

Pada bulan lalu, kapal perang Angkatan Laut AS sengaja berlayar dalam jarak 12 mil laut di Mischief Reef untuk menunjukkan kebebasan berlayar di kawasan tersebut.

Hal itu menjadi tantangan pertama yang dimunculkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump atas klaim Tiongkok terhadap sebagian besar alur pelayaran di perairan Laut China Selatan.

Dalam merespons tudingan AS, pemerintah Tiongkok membantah melakukan militerisasi di kawasan laut tersebut.

Alasannya, kawasan itu kini ada dalam persengketaan karena negara-negara seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim perairan itu.

Berpotensi meregang

Hubungan AS dan Tiongkok menunjukkan tren membaik setelah Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu meminta bantuan pemerintah 'Negeri Tirai Bambu' itu untuk mengekang program nuklir dan peluru kendali Korea Utara.

Namun, para analis memprediksi pembangunan instalasi militer Tiongkok di Laut China Selatan menghambat usaha tersebut.

Sejauh ini, menurut AMTI, Tiongkok telah membangun empat tempat penampungan peluru kendali baru di Fiery Cross.

'Mischief dan Subi masing-masing memiliki delapan tempat penampungan', tulis lembaga kajian itu dalam sebuah laporan.

Pada Februari lalu, kantor berita Reuters melaporkan Tiongkok telah hampir merampungkan pembangunan struktur peluru kendali darat ke udara jarak jauh di tiga pulau di kawasan itu.

Di pulau Mischief, antena berukuran sangat besar sedang dipasang untuk meningkatkan kemampuan Tiongkok dalam memonitor lingkungan.

"Pembangunan antena itu harus menjadi perhatian Filipina karena dibangun berdekatan dengan daerah yang diklaim Manila," kata AMTI. Selain itu, sebuah kubah besar baru-baru ini telah dipasang di Fiery Cross dan satu lainnya sedang dalam pembangunan.

Menurut AMTI, instrumen itu dipergunakan untuk mendukung sistem komunikasi radar yang besar.

Dua kubah lainnya, papar AMTI, juga dibangun di Mischief serta sebuah kubah kecil di dekat tempat penampungan peluru kendali di Mischief.

(Ant/I-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya