Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TEMPAT pertemuan puncak G-20 di kota pelabuhan Hamburg, Jerman, yang dijaga secara ketat oleh petugas keamanan dipenuhi grafiti gerakan sayap kiri yang akan menggelar protes.
Mereka berjanji mengacaukan agenda penting di konferensi itu.
"Kapitalisme akan berakhir. Tinggal tunggu waktu!" ujar kata-kata di spanduk di atas Rote Flora, sebuah bekas teater yang telah kosong.
Seperti dilansir AFP, kemarin, tempat tersebut menjadi pusat budaya alternatif dan rumah spiritual bagi para pemrotes yang menolak perang, pengembangan nuklir, perubahan iklim, rasialisme, dan bisnis berskala besar.
Dalam sejumlah aksi protes, terutama pada 1 Mei yang bertepatan pada Hari Buruh, pengunjuk rasa melemparkan batu dan kembang api ke polisi antihuru-hara.
Aksi tersebut dibalas dengan pukulan tongkat, semprotan merica, dan meriam air.
Namun, tahun ini mereka berjanji melancarkan aksi yang jauh lebih panas daripada yang sebelumnya telah dilancarkan.
Mereka akan merealisasikan aksi itu saat para pemimpin dunia yang tergabung di G-20 berkumpul di kota itu.
Sebagaimana diketahui, Kanselir Jerman Angela Merkel mengundang para pemimpin ke kota kelahirannya, di antaranya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan.
Dalam merespons hal itu, para pengunjuk rasa tidak tinggal diam.
Berbagai poster dan stiker terlihat menutupi bagian Rote Flora dan dinding di kota-kota di Jerman selama berbulan-bulan.
Mereka menyatakan siap melumpuhkan atau membubarkan perhelatan G-20 di Hamburg.
Para demonstran menyatakan akan merealisasikan tekad mereka saat dimulainya konferensi.
'Selamat datang di neraka' ialah salah satu moto yang akan digaungkan dalam aksi mereka pada 6 Juli mendatang.
Aksi itu dimotori aktivis veteran Rote Flora, Andreas Blechschmidt.
"Ini pesan yang agresif untuk melambangkan kebijakan G-20 di seluruh dunia ialah yang bertanggung jawab atas kondisi terhadap kondisi-kondisi seperti kelaparan, perang, dan bencana iklim," tegasnya.
Blechschmidt mengatakan para aktivis akan berusaha memblokade akses tempat pertemuan puncak.
Mereka juga telah mempersiapkan aksi perlawanan terhadap polisi yang bertugas menjaga keamanan G-20.
Di lain hal, panitia G-20 memperkirakan aksi protes melibatkan lebih dari 100 ribu demonstran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved