Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Setahun Jadi Presiden Duterte Dapat Sanjungan

AFP/Hym/I-4
01/7/2017 06:51
Setahun Jadi Presiden Duterte Dapat Sanjungan
(AFP/NOEL CELIS)

PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte, kemarin, menorehkan perjalanan tahun pertamanya sebagai orang nomor satu di negeri itu.

Dia disanjung sebagai pemimpin yang sangat populer.

Salah satu kebijakan kontroversial yang melambungkan namanya di dalam negeri dan dunia internasional ialah perang membasmi kartel dan pengedar narkoba.

Hal lainnya ialah satu tahun kepemimpinan Duterte diwarnai perubahan drastis kebijakan luar negeri.

Pemimpin berjuluk the Punisher itu telah membawa Filipina menjauh dari sekutu tradisional, Amerika Serikat (AS), dan menjajaki hubungan yang lebih intim dengan Rusia dan Tiongkok.

Namun, dia juga banyak menerima kritik karena tindakan keras saat memerangi peredaran obat-obatan terlarang yang telah menyebabkan ribuan nyawa melayang.

Hal lain yang dialami Duterte dalam 12 bulan menduduki kursi kepresidenan ialah krisis terbesar saat milisi Islam menduduki hampir seluruh Kota Marawi di Filipina selatan.

Meski begitu, bagi sebagian besar warga Filipina, pria berusia 72 tahun itu telah mampu meningkatkan stabilitas kebijakan luar negeri.

Hal itu didukung mayoritas warganya.

Menurut serangkaian jajak pendapat oleh lembaga-lembaga survei, selama 12 bulan terakhir, 75% warga Filipina merasa puas dengan kinerja pemerintahannya.

"Orang-orang menyukai pria ini. Orang mungkin tidak setuju dengan kebijakannya atau mungkin bersikap ambivalen. Tapi karena mereka menyukainya, orang akan cenderung memberinya keuntungan dari keraguan tersebut," kata Ricardo Abad, kepala sosiologi dan antropologi di Universitas Ateneo di Manila, untuk mengacu ke gaya kepemimpinan Duterte yang tegas.

Di luar negeri, banyak kalangan mengenal Duterte karena pembawaannya yang santai dalam melancarkan perang terhadap obat-obatan terlarang.

Dalam suatu kesempatan, Presiden Filipina mengatakan senang membantai jutaan pecandu.

Ia pun tak sungkan melontarkan kalimat 'anak-anak pelacur' kepada para pengkritiknya.

Tidak hanya itu, Duterte pernah secara terbuka mengumpat Barack Obama yang saat itu masih menjabat presiden AS.

Dia menyebut presiden AS itu sebagai 'anak pelacur'.

Namun, Duterte tetap mendapatkan tempat di hati banyak orang karena sikapnya yang mempertontonkan antikemapanan, membumi, dan berempati dengan masalah yang mereka dihadapi.

Duterte melakukan tindakan ekstrem untuk membuat perubahan dramatis di semua sektor masyarakat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya