Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Xi Unjuk Kekuatan di Hong Kong

AFP/Hym/I-4
01/7/2017 06:21
Xi Unjuk Kekuatan di Hong Kong
(AP/Kin Cheung)

PARADE militer yang menampilkan senjata berat, seperti tank dan peluncur rudal, digelar untuk menyambut Presiden Xi Jinping di Hong Kong.

Tidak hanya itu, tentara Tiongkok dengan berapi-api meneriakkan yel-yel untuk menyemarakkan kunjungan bersejarah Xi Jinping ke kawasan itu.

Demonstrasi kekuatan militer Tiongkok tersebut digelar kemarin setelah beberapa jam sebelumnya sejumlah aktivis prodemokrasi dibebaskan dari tahanan polisi.

Para pegiat demokrasi itu ditangkap dan sempat ditahan karena melancarkan aksi protes anti-Beijing.

Lawatan Xi sempat diwarnai gelombang aksi protes di berbagai wilayah otonomi Hong Kong.

Sedikitnya 26 aktivis ditangkap dan ditahan polisi, termasuk pemimpin aksi prodemokrasi Joshua Wong dan legislator Nathan Law.

Xi tiba di kota semiotonomi tersebut pada Kamis (29/6). Kedatangannya bertujuan untuk memperingati 20 tahun penyerahan Hong Kong oleh pemerintah Inggris ke Tiongkok.

Untuk pengamanan, militer Tiongkok menggelar operasi keamanan secara masif agar kota tersebut kondusif.

Ribuan polisi dikerahkan untuk mencegah aksi demonstran yang melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah Tiongkok yang dituding mencengkeram kebebasan hampir delapan juta penduduk Hong Kong.

Saat upacara berlangsung, salah satu bagian dari acara ialah inspeksi barisan pasukan di lapangan udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) oleh orang nomor satu di 'Negeri Tirai Bambu' tersebut.

Dengan mengenakan pakaian tradisional, pemimpin revolusi Tiongkok Mao Zedong dan mengendarai jip bermotif kamuflase terbuka.

Xi dengan cermat memeriksa barisan PLA. Ketika jip bergerak perlahan melewati barisan tentara Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat, Xi berteriak 'Hello Kamerad!' yang direspons oleh pasukan 'Halo Pemimpin!'

Di bagian lain, kendaraan lapis baja yang dilengkapi peluncur rudal dan helikopter militer dipajang berjejer di jalur yang dilewati Xi di sepanjang landasan terbang.

Menurut pengamat, parade kali ini termasuk peristiwa yang langka karena menjadi yang terbesar sejak serah terima Hong Kong dilakukan pada 1997 silam.

Bagi insan pers yang meliput upacara itu, panitia menerbitkan aturan yang melarang mereka membawa barang-barang tertentu seperti make-up, deodoran, tumbuhan, hewan, opium, dan heroin.

Seperti diketahui, sejak dikembalikan ke pangkuan Tiongkok, hubungan Hong Kong dengan pusat pemerintahan di Beijing diikat dengan sistem 'satu negara, dua sistem'.

Hal itu memberikan status semiotonomi kepada Hong Kong.

Namun, sebagian warga Hong Kong khawatir PLA akan melakukan aksi penindakan, terutama setelah demonstrasi mahasiswa di Lapangan Tiananmen Beijing pada 1989.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya