MINGGU pagi, memanfaatkan momen hari bebas kendaraan di kawasan Monas Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dengan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek melepas Tim Nusantara Sehat gelombang kedua yang berjumlah 553 orang tenaga kesehatan yang akan bertugas selama 2 tahun di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di seluruh penjuru Nusantara.
Tim Nusantara Sehat yang direkrut secara sukarela oleh Kemenkes itu mayoritas diisi anak-anak muda.
Selain meningkatkan pemberdayaan masyarakat di daerah, tim ini diberi amanah untuk memberi dan menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, khususnya pendidikan sadar gizi.
Menkes Nila Moeloek dalam kesempatan itu mengatakan angka penderita stanting di Indonesia masih tinggi, sebesar 36% dari jumlah penduduk.
Stanting adalah masalah kekurangan gizi pada 1.000 hari awal kehidupan bayi yang dapat menyebabkan proses pertumbuhan tidak optimal hingga kematian.
Keberadaan Tim Nusantara Sehat yang melibatkan 5 hingga 9 tenaga kesehatan terdiri dari dokter hingga ahli laboratorium medik yang disebar ke daerah diharapkan bisa mengurangi angka stanting secara drastis.
"Tim juga harus mampu mengubah perilaku dan mindset masyarakat untuk sadar gizi, hidup bersih dan sehat," ujar Nila.
Di acara itu yang sekaligus untuk memeringati Hari Kesehatan Nasional ke-51, tampak hadir Wapres Jusuf Kalla, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
Wapres pada saat menyampaikan sambutannya sempat menyentil sikap masyarakat yang terkadang berpikir, ketika sakit, mereka tidak khawatir karena pemerintah akan menanggung biaya kesehatan.
Padahal, jika masyarakat sehat, anggaran kesehatan dapat dihemat dan digunakan untuk kepentingan yang lebih mendesak.
"Termasuk pemikiran di aparatur pemerintahan yang lebih suka membangun rumah sakit ketimbang mencegah sakit melalui penyuluhan," sindir Wapres.
Di akhir sambutan, sebelum mengikuti jalan sehat bersama warga, Kalla berpesan kepada Tim Nusantara Sehat agar di daerah nanti bekerja dengan baik, penuh dedikasi.
Kalla pun tertarik mengomentari yel-yel tim yang soraknya akan bekerja keras hingga kemungkinan melupakan nama kekasih masing-masing.
"Saya berharap kalian di daerah bekerja dengan baik, tapi tadi ada yang berbahaya. Ini kelewatan, begitu hebatnya bekerja sampai nama pacarnya pun dia lupa," seloroh Kalla yang diikuti tawa peserta yang setia berdiri di bawah sinar matahari pagi.