JIKA menderita depresi, Anda mungkin harus pindah ke lingkungan yang jauh lebih tenang.
Studi menunjukkan tinggal di lingkungan dengan kegaduhan dan polusi suara dapat meningkatkan risiko tertular depresi. Penelitian itu dilakukan oleh pakar di Jerman dengan menganalisis data 3.000 ribu partisipan berusia 45-75 tahun. Mereka bagian dari studi Heinz Nixdorf Recall.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives itu menyatakan orang yang tinggal di daerah yang bising berada pada risiko tinggi menderita depresi. "Meskipun kita tidak dapat mengatakan dengan pasti, kebisingan memicu stres dan perasaan jengkel," kata pemimpin peneliti dari Pusat Epidemiologi Perkotaan di University Hospital Essen, Ester Orban.