Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Pilih Kain Ketimbang Denim

Wnd/M-3
29/11/2015 00:00
Pilih Kain Ketimbang Denim
(DOK RENI KUSUMAWARDHANI)
TIGA kali dalam seminggu Reni Kusumawardhani tampil berbeda dari kebanyakan wanita metropolis. Perempuan berusia 52 tahun ini memilih memakai kain atau sarung. Bukan hanya ke acara formal, Reni mantap berkain dalam aktivitas seharihari, termasuk saat belanja. Di akun Facebook-nya, terlihat juga ia dan teman-temannya kerap tampil berkain bersama.

"Keren kan bergaya Indonesia dengan kain ataupun sarung," kata Reni kepada Media Indonesia, Kamis (26/11). Baginya, berkain menjadi cara untuk menunjukkan bahwa fesyen khas Indonesia tidak kalah dengan fesyen negara-negara Barat yang sering menjadi kiblat dunia. Tidak sekadar pamer, ia juga mengajak orang untuk bangga mengenakan kain adati lewat dua bukunya, How to Wear Batik dan Step by Step 37 Gaya Mari Berkain. Keinginannya pun bersambut. Banyak orang yang tertarik untuk bisa mengenakan kain sehari-hari. Bahkan, Reni pernah didapuk mengajari para diplomat muda cara mengenakan kain dan sarung untuk bertugas. Dari pengalamannya, Reni merasa sarung tenun tanpa benang emas, seperti Tenun Blongket, nyaman dijadikan busana sehari-hari. Ide berkain ternyata juga sudah menular ke kalangan muda. Deria Ladita, 21, akhir bulan lalu ikut dalam kompetisi Sarung is My New Denim yang digelar dalam rangkaian menuju acara Indonesia Fashion Week (IFW) 2016. Jika di kampanye itu Deria membuat sarung menjadi rok, di acara lain, ia mengaplikasikan sarung sebagai celana.

"(Sarung) bisa kok digunakan kapan saja, santai juga formal," jelasnya. Keyakinan seperti itu pula yang ingin disebarkan IFW. Direktur IFW Dina Midiani menjelaskan pihaknya ingin mengampanyekan bahwa sarung tidak hanya identik dengan kegiatan keagamaan. Sarung pantas juga menjadi bagian gaya sehari-hari. Sarung yang dimaksud Dina bukan hanya kain yang dijahit menyambung, melainkan juga kain yang tidak dijahit. Lewat kain juga, IFW yakin ada dua gol besar yang bisa dicapai.

"Ini bisa jadi gerakan untuk mendandani dunia. Jika semakin masif, secara otomatis juga bisa meningkatkan ekonomi perajin lokal," tuturnya. Jadi, mungkin saatnya kita pilih kain ketimbang denim.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya