Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIASAAN minum air panas di pagi hari sering dianggap sebagai ritual sehat yang wajib dilakukan. Banyak yang percaya, air panas bisa membersihkan racun, melancarkan peredaran darah, hingga membantu menurunkan berat badan. Tapi, apakah klaim ini benar secara sains?
Secara medis, minum air setelah bangun tidur memang dianjurkan. Tubuh mengalami dehidrasi ringan setelah 6–8 jam tidur tanpa asupan cairan.
Harvard Health Publishing menjelaskan bahwa minum air di pagi hari membantu mengembalikan keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi organ, dan menjaga sistem pencernaan tetap bekerja optimal.
Air juga berperan penting dalam menjaga energi dan fokus di awal hari. Jadi, kebiasaan minum air saat bangun tidur membantu tubuh kembali seimbang dan mendukung fungsi optimal sepanjang hari.
Masalahnya ada di klaim bahwa air harus panas agar memberi manfaat ekstra. Sejumlah sumber medis seperti Cleveland Clinic menegaskan, tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan air panas lebih sehat dibanding air suhu normal atau dingin.
Begitu air masuk ke dalam tubuh, suhunya akan menyesuaikan dengan suhu tubuh. Artinya, efek panas itu tidak bertahan lama dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap metabolisme atau detoksifikasi.
Klaim seperti membakar lemak lebih cepat atau mengeluarkan racun juga tidak didukung bukti ilmiah yang valid.
Meski begitu, air hangat atau panas tetap punya beberapa manfaat ringan. Minuman hangat dapat membantu tubuh merasa lebih rileks dan bisa merangsang pergerakan usus, yang membuat pencernaan terasa lebih lancar.
Air hangat juga sering membantu saat tubuh tidak nyaman, seperti saat flu atau tenggorokan kering. Namun, efek ini lebih ke faktor kenyamanan, bukan perubahan biologis besar.
Yang sering diabaikan adalah risiko dari air yang terlalu panas. Konsumsi air dengan suhu sangat tinggi bisa melukai jaringan di mulut dan tenggorokan.
Beberapa penelitian bahkan mengaitkan kebiasaan minum minuman yang terlalu panas dengan peningkatan risiko iritasi pada kerongkongan. Jadi, kalau ingin minum air hangat, pastikan suhunya aman.
Kesimpulannya, minum air di pagi hari itu penting, tapi tidak harus dalam kondisi panas.
Air suhu biasa, hangat, atau dingin tetap memberikan manfaat yang sama selama kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. Pilihan suhu lebih bergantung pada kenyamanan masing-masing, bukan keharusan medis.
Tren minum air panas boleh diikuti, tetapi klaim berlebihan tidak terbukti secara ilmiah. Sains menunjukkan bahwa yang penting bukan suhu air, melainkan kecukupan asupan cairan tubuh. (Intan Safitri/E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved